Desa Kosong hanya Patung di Ciamis Tak Kalah Seram dengan KKN di Desa Penari

by
Indonesia

CILACAP.INFO – Kisah desa penari yang diikuti 14 mahasiswa mahasisiwi dari 2 fakultas yang tidak disebutkan itu menelan 2 korban jiwa.

Dalam cerita yang dibagikan akun pengguna Twitter [at]SimpleMan hanya 6 tokoh yang dikisahkan dan ke-6 nya itu disamarkan namanya.

Adapun korban dari KKN di Desa penari yang diduga terletak di Banyuwangi yaitu Bima dan Ayu yang menurut cerita keduanya melanggar karena melakukan hubungan layaknya suami istri.

Cerita KKN di desa Penari itupun tranding dan menjadi bahan perbincangan, ada yang meragukan tapi juga ada yang membenarkan.

Namun CILACAP.INFO menemukan cerita atau kisah yang menurut CILACAP.INFO tidak kalah seram dengan KKN di Desa Penari, Kisah ini kami temukan di Brilio.net.

Judulnya Desa Kosong tidak Berpenghuni namun terdapat Patung yang konon katanya Hidup.

Cerita ini aku dapatkan dari travel agent. Namanya Winda, dan tiga temanya. Berempat mereka pergi kesana. Ciamis, Jawa Barat, mencari desa yang kosong dan hanya dihuni oleh patung yang hilang saat siang hari dan muncul ketika malam tiba. Berangkat dari Bandung mengunakan mobil bak jam 12 siang.

Tiga jam perjalanan. Akhirnya tiba di Ciamis, Mereka bertanya kesana-kemari menanyakan tempat tersebut. Namun Warga di sana heran kenapa mereka kesana ke desa yang kosong. Di tengah perjalanan salah satu teman Winda, berhenti dan tak mau melajutkan perjalan. Mereka pun berdepat hebat sampai akhirnya memutuskan, agar pulang saat gelap tiba entah itu pulang ke Bandung atau Pangandaran. Winda dan temanya melanjutkan perjalanan, makin lama perjalanan ke desa makin sepi. Mereka pun tiba di sana, Desa Kosong.

Setiba di desa. Takjub dan mistis bercampur di sana, bagaimana tidak patungnya seperti seolah hidup. Banyak patung yang sedang melakukan aktifitas sehari-hari seperti. Wanita yang menyusui, pria yang mendorong gerobaknya, Anak-anak yang bermain kelereng lengkap dengan kelerengnya. Juga ekpresinya seolah suguhan, seperti yang tertawa, menangis, marah juga diam. Winda pun coba menyentuhnya. Hangat, patung ini hangat, tak banyak berpikir mungkin itu karena terpapar matahari. Ke empat temenya senang dan mendokumentasikanya dengan berpoto.

Komentar