Kisah Tanah Kafir Tempat Pemakaman Massal PKI dan Gerwani di Cipari Cilacap

by
Indonesia

Masih ditanah seluas 200 Ubin yang terlantar itu, ditanah itu selain anggota yang dituduh PKI yang dikubur juga terdapat tempat penguburan Gerwani.

Gerwani (Gerakan Wanita Indonesia) yang merupakan organisasi kaum wanita itu dibunuh dan juga dikubur ditanah kafir cipari cilacap.

Para aktivis gerwani itu dibunuh lantaran gerakan tersebut merupakan gerakan terlarang, organisasi ini dahulu muncul pada tahun 1950 – 1960’an.

Pada masa itu, Gerwani itu bukannya organisasi kecil, melainkan anggotanya ada sekitar 650 ribuan orang.

Dilansir Lokadata.id (Dulunya Beritagar.id), bahwasanya para saksi penguburan kelompok PKI dan Gerwani itu masih hidup.

Saksi mata kala itu masih muda masih berusia 15’an tahun saat masa-masa para Anggota yang dituduh PKI dan Gerwani dibunuh.

Saat kejadian itu, yakni sekitar tahun 1965, dimana para saksi mata itu merupakan pekerja kuli harian di perkebunan karet.

Bahkan mereka menyaksikan betul dan mengetahui jika makam-makam itu adalah kuburan massal para anggota terlarang seperti PKI dan Gerwani.

Pasalnya para saksi mata itu malah penggali kuburan dan juga penutup kuburan para anggota PKI dan Gerwani.

Mereka para saksi menuturkan, jika mereka hanya bekerja diperkebunan tersebut menjadi kuli harian. Jadi mau tidak mau dia harus menuruti sang atasan.

“Ketika sersan memerintahkan untuk menggali kubur, saya hanya menurutinya, meski tidak diberitahukan untuk apa lubang-lubang ini.” Ujar saksi menceritakan kala dirinya menggali lubang-lubang itu dahulu.

Para saksi tak salah menyebutkan lokasi pemakaman para anggota PKI dan Gerwani yang disebut Tanah Kafir yang berada di Cipari Cilacap itu.

Mereka ingat betul tanda-tanda pada setiap kuburan, pasalnya ditandai dengan ditanami pohon. “Saya ingat betul lokasi ini, jika di atas bukit itu, itu adalah kuburan gerwani, sedangkan tanda-tanda pada setiap galian juga masih ada seperti pohon bambu kuning.” Kata saksi mata dan sejarah pemakaman massal para pemberontak.

Komentar