Legenda Bunga Wijayakusuma

by
Indonesia

Pada suatu malam, Sri Susuhunan Surakarta bermimpi melihat seberkas sinar. Ia berusaha mengejar sinar itu. Namun, sinar itu mendadak menghilang tidak berbekas. Dalam mimpi berikutnya, Sri Susuhunan melihat kembali seberkas sinar itu dan ternyata datangnya dari setangkai bunga yang sangat indah. Bunga itu berwarna merah muda. Dalam mimpinya itu, terdengar suara gaib yang mengatakan bahwa barang diapa dapat memiliki setangkai bunga Wijayakusuma maka semua keturunannya akan menjasi raja di Kasuhunan Surakarta.

Sri Susuhunan lalu menceritakan mimpinya itu kepada Adipati Rekso. Ia menyuruh Adipati Rekso untuk mencari orang yang men getahui ciri-ciri bunga Wijayakusuma itu. Adipati Rekso kebingungan mencari orang yang mengetahui ciri-ciri bunga Wijayakusuma. Ia berjalan dalam guyuran hujan. Ia tidak meng hiraukan orang-orang di sekelilingnya yang menyapa dan mengajak untuk berteduh. Ia tetap saja berjalan hingga tanpa dirasakannya telah sampai ke rumahnya. Ketika ia hendak masuk ke pekarangan rumahnya, ia melihat orang tua yang sedang berteduh. Adipati Rekso memanggil orang tua tersebut untuk diajak berteduh di rumahnya. “Ki, mari berteduh di pendapa. Hujannya semakin deras. Ayo, mari, Ki!”
“Terima kasih, Jeng Adipati. Apakah hamba pantas berteduh di pendapa?”
“Ayolah, tidak perlu Ki Sanak berpikir seperti itu. Semua manusia itu sama. Mari, mari masuk.”
Mereka berdua lalu masuk ke pendapa. Mereka duduk sambil berbincang-bincang. Dari perbincangan itu, Adipati Rekso mengetahui bahwa orang tua tersebut bernama Kiai Surti. Ternyata, Kiai Surti itu orang yang sakti dan mengetahui ciri-ciri bunga Wijayakusuma.
Adipati Rekso kemudian membawa Kiai Surti menghadap kepada Sri Susuhunan di Kesultanan Surakarta. Dalam hatinya, Sri Susuhunan ragu apakah benar orang tua tersebut mengetahui tentang bunga Wijayakusuma yang diimpikan itu. Untuk menghilangkan rasa penasarannya, Sri Susuhunan bertanya kepada Kiai Surti tentang ciri-ciri bunga Wijayakusuma.

Komentar