Legenda Bunga Wijayakusuma

by
Indonesia

Kiai Surti menceritakan bahwa bunga Wijayakusuma itu ada hubungannya dengan Raja Ragola dan Dewi Rara Ayu. Raja Ragola adalah raja kecil yang memimpin di wilayah perbatasan dekat Pulau Jawa. Raja Ragola adalah raja yang sangat kejam. Kekejamannya tersebut tampak ketika Pendeta Janur dan pengikutnya dibunuh secara keji oleh Raja Ragola dan prajuritnya. Anehnya, mayat Pendeta Janur itu berubah menjadi seberkas sinar. Seberkas sinar itu melesat kemudian menukik ke tengah laut. Raja Ragola mengejar seberkas sinar itu. Namun, sinar itu menghilang dan kemudian muncullah ular naga yang sangat besar. Raja Ragola berhasil membunuh naga tersebut. Naga tersebut berubah wujud menjadi putri yang cantik jelita. Putri tersebut bernama Dewi Rara Ayu. Ia merupakan penjaga bunga Wijayakusuma yang berada di Pulau Majeti. Dewi Rara Ayu memberikan setangkai bunga Wijayakusuma kepada Raja Ragola. Setelah memberikan bunga Wijayakusuma Dewi Rara Ayu mendadak menghilang. Raja Ragola sangat senang karena memiliki bunga Wijayakusuma itu. Ia pulang ke kerajaannya dengan berjalan di atas gelombang air laut. Di tengah laut pantai selatan Raja Ragola berjuang melawan ombak, angin, dan petir yang menggelegar.

Bunga Wijayakusuma yang ada ditangannya terlepas dan tertelan ombak sampai ke dasar lautan. Raja Ragola berusaha mencari bunga Wijayakusuma itu. Namun, ombak itu semakin lama semakin besar dan akhirnya Raja Ragola pun mati ditelan ombak yang menggulung dirinya.

Kiai Surti menutup ceritanya dengan menyimpulkan bahwa bunga Wijayakusuma itu berada di Pulau Majeti atau tepatnya berada di Pulau Nusakambangan yang berada di wilayah pantai selatan, termasuk wilayah Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Selanjutnya, Kiai Surti memberitahukan bahwa untuk berangkat ke Pulau Majeti itu harus membawa sesajen sebagai persembahan kepada makhluk halus penghuni Pulau Majeti yang menunggui bunga Wijayakusuma.

Komentar