<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Gus Dur &#8211; Story Cilacap.info</title>
	<atom:link href="https://story.cilacap.info/tag/gus-dur/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://story.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Wed, 27 Jul 2022 06:04:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/story/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos Gus Dur &#8211; Story Cilacap.info</title>
<link>https://story.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Info Kisah Menarik</description>
</image>
	<item>
		<title>Gus Dur Bapak Pluralisme dan Pejuang Kemanusiaan</title>
		<link>https://story.cilacap.info/ci-34170/gus-dur-bapak-pluralisme-dan-pejuang-kemanusiaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Hasan Bahtiar]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Dec 2020 17:34:27 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Bulan Gusdur]]></category>
		<category><![CDATA[Gus Dur]]></category>
		<category><![CDATA[KH Abdurrahman Wahid]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://story.cilacap.info/ci-34170/gus-dur-bapak-pluralisme-dan-pejuang-kemanusiaan</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="Story Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Bulan Desember ini, layak kita kenang sebagai bulan pluralisme, HAM, hari Nusantara, hari anti korupsi, hari ibu. di bulan Desember ini juga dikenang, bulan wafatnya Gus Dur. di Indonesia ini, siapa yang tidak kenal dengan Gus Dur? Tokoh bangsa yang digadang-gadang sebagai Bapak Pluralisme dan &#8220;Pejuang Kemanusiaan&#8221; ini menyabet banyak sekali penghargaan atas kerja-kerja kemanusiaan dan perdamaian yang ia perjuangkan. ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://story.cilacap.info" aria-label="Story Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Bulan Desember ini, layak kita kenang sebagai bulan pluralisme, HAM, hari Nusantara, hari anti korupsi, hari ibu. di bulan Desember ini juga dikenang, bulan wafatnya Gus Dur. di Indonesia ini, siapa yang tidak kenal dengan Gus Dur? Tokoh bangsa yang digadang-gadang sebagai Bapak Pluralisme dan &#8220;Pejuang Kemanusiaan&#8221; ini menyabet banyak sekali penghargaan atas kerja-kerja kemanusiaan dan perdamaian yang ia perjuangkan. </p>
<p>Gus Dur selalu berada di garis depan membela kemanusiaan dan keberagaman. Bagi Gus Dur, tak ada artinya beragama jika seseorang kehilangan kemanusiaannya. Sebab sebaik-baik manusia adalah yang memberikan manfaat bagi kemanusiaan. Pembelaan Gus Dur terhadap manusia bukan berarti melupakan Tuhan. Pemahaman Gus Dur yang sangat mendalam tentang agama Islam itulah yang membuat dirinya juga akan selalu berada di garis terdepan membela kemanusiaan.</p>
<p>Gus Dur sebagai sosok pemimpin yang mampu menyampaikan pesan dengan asyik, menggunakan bahasa yang membumi, tidak menggurui, mudah dipahami dan suka humor.</p>
<p>Buku biografi Gus Dur yang paling lengkap dan internasional best seller adalah yang ditulis oleh Greg Barton (The Authorized Biography Of Abdurrahman Wahid). Sementara untuk melacak jejak pemikirannya, dengan sangat mudah kita bisa menemui para sahabat dan muridnya secara langsung, serta membaca berbagai literatur yang ditulis oleh Gus Dur sendiri. Seperti buku Islamku Islam Anda Islam Kita, Prisma Pemikiran Gus Dur, Kiai Nyentrik Membela Pemerintah, hingga Tuhan Tidak Perlu Dibela. Buku-buku tersebut adalah hasil buah pemikiran Gus Dur yang bertebaran di media dan makalah-makalah di seminar.</p>
<p>Gus Dur kecil memiliki nama lengkap Abdurrahman Ad-Dakhil, lahir 4 Agustus 1940, walaupun versi lain menyatakan tanggal 7 September. Nama Ad-Dakhil belakangan diganti dengan Wahid (mengikuti nama depan ayahnya, KH. Wahid Hasyim), karena lebih populer.</p>
<p>Dari jalur ibu, Nyai Solichah, Gus Dur memiliki kakek yang bernama K.H. Bisri Syansuri. Beliau adalah pengasuh pesantren pertama yang mengajarkan kelas pada perempuan. Sementara kakek dari jalur ayah, yakni K.H. Hasyim Asyari, adalah tokoh pendiri Nahdlatul Ulama (NU), ormas Islam terbesar di Indonesia saat ini.</p>
<p>Ketika usia 12 tahun, Gus Dur sudah ditinggal wafat ayahnya karena kecelakaan di jalan menuju kota Bandung. Seketika itu, pendidikannya diambil alih oleh ibunya. Pada tahun 1954 Gus Dur masuk ke Sekolah Menengah Pertama, lalu ibunya mengirimnya ke Yogyakarta untuk meneruskan pendidikan dengan mengaji kepada KH. Ali Maksum di Pondok Pesantren Krapyak sambil sekolah SMEP. Lulus dari SMEP, Gus Dur pindah ke Magelang untuk belajar di Pesantren Tegalrejo.</p>
<p>Seusai dari Tegalrejo, pada tahun 1959, Gus Dur pindah ke Pesantren Tambakberas di Jombang. Karena kecerdasan dan daya tangkapnya yang kuat, pada tahun 1963, Gus Dur menerima beasiswa dari Kementerian Agama untuk belajar Studi Islam di Universitas Al Azhar di Kairo, Mesir. Selama dua tahun di Mesir waktunya lebih banyak dihabiskan dengan jalan-jalan, menonton film, dan membaca di perpustakaan. Tidak puas mengembara ilmu di Mesir, pada tahun 1964, Gus Dur lalu berpindah ke Baghdad. Setelah menyelesaikan pendidikannya di Universitas Baghdad tahun 1970, Gus Dur kemudian melanjutkan petualangan ke Belanda, Jerman dan Perancis sebelum kembali ke Indonesia tahun 1971.</p>
<p>Mulai sejak kecil, Gus Dur sudah terbiasa dengan lingkungan yang beragam. Ketika di Yogyakarta, Gus Dur dititipkan oleh ibunya kepada tokoh Muhammadiyah, Kiai Junaidi. di SMEP, Gus Dur juga sangat akrab dengan gurunya yang beragama Katolik. Darinya, ia dikenalkan dengan banyak buku, mulai dari karya Lenin &#8216;What is To Be Done&#8217;, Das Kapital-nya Karl Marx, karya-karya penulis terkenal seperti Ernest Hemingway, John Steinbach, dan William Faulkner.</p>
<p>Gus Dur remaja adalah sosok yang gemar membaca dan haus akan ilmu pengetahuan. Ketika menginjak usianya dewasa, ia mengembara ke Timur Tengah bahkan sampai ke Eropa. Ilmu yang dipelajarinya pun beragam, mulai dari klasik, modern, hingga post modern. Hal ihwal inilah yang membentuk cakrawala pemikiran Gus Dur begitu kaya, sehingga dalam melihat segala persoalan ia tidak mudah menghakimi dan menyesat-nyesatkan.</p>
<p>Pulang ke Indonesia</p>
<p>Setelah kembalinya dari Eropa, Gus Dur diajak bergabung oleh Dawam Rahardjo di Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) bersama dua sahabat lainnya, Aswab Mahasin dan Adi Sasono. Dari sini, ia meneruskan kariernya sebagai seorang penulis untuk majalah dan surat kabar. Namanya pun banyak dikenal sebagai seorang intelektual karena pemikiran dan daya kritisnya dalam melihat persoalan. Mulai dari kebangsaan, politik, pesantren, keislaman, hingga sepak bola.</p>
<p>Tidak hanya sebagai seorang intelektual an sich, Gus Dur juga bergerak sebagai aktivis. Bersama Arief Rahman, Rahman Tolleng, Marsilam Simanjuntak, dan Bondan Gunawan, ia bergabung di Forum Demokrasi (Fordem) sebagai bentuk perlawanannya terhadap rezim Orde Baru yang otoriter. Bersama Romo Mangunwijaya, Gus Dur juga melakukan pendampingan terhadap korban pembangunan di waduk Kedung Ombo. Dalam pandangan Antonio Gramsci (1891-1937), Gus Dur masuk kategori intelektual organik. Seorang cendekiawan yang tidak hanya duduk di menara gading, namun juga bergerak melakukan perubahan sosial.</p>
<p>Semasa hidupnya, Gus Dur mewakafkan dirinya untuk kepentingan dalam tiga skala besar! Islam, Indonesia, dan NU. Sebagai orang Islam, Gus Dur menyebarkan agama yang rahmatan lil &#8216;alamin. Pembelaannya kepada kaum yang termarginalkan, seperti Syiah, Ahmadiyah, Tionghoa, Inul, Dorce, bahkan sampai mengadvokasi kasus Kedung Ombo, adalah manifestasi islam yang dipandang oleh Gus Dur. Membebaskan dan merahmati semua.</p>
<p>Dalam bingkai Indonesia, Gus Dur memperjuangkan demokratisasi dan kemanusiaan. Pada Mei 2008 Gus Dur dianugerahi Medals of Valor dari The Simon Wieenthal Center di Amerika Serikat karena kegigihannya memperjuangkan pluralisme dan perdamaian.</p>
<p>Kiprahnya sebagai tokoh Indonesia sangat menentukan pada saat-saat bangsa Indonesia menghadapi situasi-situasi yang sulit. Diakui, hal yang paling ditakutkan oleh Gus Dur adalah perpecahan. Dalam prinsip perjuangannya selalu menggunakan cara-cara yang damai dan menolak kekerasan.</p>
<p>Sementara di wilayah Ke-NU-an, Gus Dur meneruskan perjuangan kakeknya, KH. Hasyim Asy&#8217;ari dengan memperjuangkan Pancasila sebagai dasar ideologi negara, Bhinneka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan UUD 1945. Semuanya itu yang kemudian mencerminkan sikap tawasuth (moderat), tasamuh (toleran), i&#8217;tidal (bersikap adil), dan tawazun (berimbang).</p>
<p>Sebuah kaidah yang selalu menjadi pijakan oleh Gus Dur sebagaimana juga pendiri NU yang lain! &#8220;almuhafadhah ala qadim al-shalih wal akhdzu bil jadid al-ashlah&#8221;. Dalam hal ini, pendapat Quraish Shihab menyatakan, Gus Dur adalah seseorang yang berpijak di bumi Indonesia, melihat ke depan tetapi di saat yang sama tidak pernah tidak menoleh ke belakang.</p>
<p>Setelah Soeharto lengser, Gus Dur terlibat di politik dengan mendirikan PKB, dan pada 20 Oktober 1999, ia terpilih sebagai Presiden RI. Sayang, masa kepresidenannya hanya berlangsung 18 bulan akibat pertentangan politik dengan DPR/ MPR.</p>
<p>Namun masa yang sebentar itu telah meletakkan pondasi yang kuat bagi demokrasi di Indonesia. Gus Dur mampu menancapkan supremasi sipil terhadap militer. Selain itu, Gus Dur lah peletak pertama visi ekonomi kelautan dan kemaritiman.</p>
<p>Setelah ke luar dari istana, Gus Dur tetap melakukan aktivitas seperti biasanya sebelum menjadi presiden. Aktif menulis, seminar, mengajar pesantrennya di Ciganjur, memberikan ceramah pengajian di masyarakat bawah. Banyak orang menemui hanya untuk meminta nasihat dan dukungan dan doa layaknya seorang kyai. Gus Dur wafat pada 30 Desember 2009 di RSCM dan dimakamkan di Tebuireng Jombang.</p>
<p>Ia menikah dengan Sinta Nuriyah dan dikaruniai empat putri: Alissa Qotrunnada, Zannuba Ariffah Chafsoh, Anita Hayatunnufus, dan Inayah Wulandari. Dan keempat putrinya inilah yang sampai sekarang mewarisi pemikiran serta melanjutkan perjuangan KH. Abdurrahman Wahid.</p>
<p>Seorang kiai pesantren, pemimpin yang dikenal mempunyai keistimewaan ialah KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Bahkan, Gus Dur tak hanya dikenang lewat tulisan-tulisannya, tetapi juga kuburannya yang diziarahi ribuan orang setiap hari. Nilai-nilai kemanusiaan yang dikembangkan oleh Gus Dur membuatnya tak hanya diziarahi umat Islam, tetapi juga masyarakat dari berbagai kalangan dan agama.</p>
<p>Gambaran singkat dari kepergian dua zahid (manusia dengan maqom zuhud) yang disambut iringan ribuan orang dari berbagai penjuru serta didoakan pula dari segala penjuru menunjukkan sebuah cinta dan kasih sayang. Rasa tersebut mengkristal dari seluruh komponen masyarakat sebagai wujud cinta dari dua zahid kepada semua manusia ketika hayat masih dikandung badan.</p>
<p>Kiai Husein menuturkan, Gus Dur, Maulana Rumi, dan para wali Allah merupakan orang yang selama hidupnya diabdikan untuk mencintai seluruh manusia, tanpa pamrih apapun. Mereka memberikan kebaikan semata-mata demi kebaikan itu sendiri, bukan bermaksud kebaikan tersebut kembali kepada dirinya.</p>
<p>Cara hidup demikian diungkapkan dalam sebuah puisi indah gubahan sufi besar dari Mesir, pengarang Kitab Al-Hikam, Ibnu Athaillah As-Sakandari yang sering dikutip Gus Dur dalam banyak kesempatan: Idfin wujudaka fil ardhil khumuli, fama nabata mimmaa lam yudfan laa yutimmu nitaa juhu (tanamlah eksistensimu di bawah tanah yang tidak dikenal. Sesuatu yang tumbuh yang tak ditanam, akan berbuah segar).(***)</p>
<p>Aji Setiawan, ST. Mantan penggiat PMII Komisariat KH Wachid Hasyim,(Universitas Islam Indonesia(UII) Yogyakarta</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Misteri Sepasang Sandal Gus Dur Hingga Pak Tatto Jadi Bupati Cilacap 2 Periode</title>
		<link>https://story.cilacap.info/ci-27229/misteri-sepasang-sandal-hingga-pak-tatto-jadi-bupati-cilacap</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 May 2020 22:40:43 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Gus Dur]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Ponpes EL Bayan Majenang]]></category>
		<category><![CDATA[Tatto Suwarto Pamuji]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://story.cilacap.info/ci-27229/misteri-sepasang-sandal-hingga-pak-tatto-jadi-bupati-cilacap</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="Story Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Kisah kekeramatan Gus Dur dan sosoknya yang Mberkahi mungkin telah banyak diketahui oleh warga Nahdliyyin melalui berbagai portal keislaman.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://story.cilacap.info" aria-label="Story Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Kisah kekeramatan Gus Dur dan sosoknya yang Mberkahi mungkin telah banyak diketahui oleh warga Nahdliyyin melalui berbagai portal keislaman.</p>
<p>Namun kali ini kekeramatan atau karomah Beliau justru diceritakan langsung oleh yang mendampingi Gus Dur kala beliau datang ke Pondok Pesantren El Bayan Majenang.</p>
<p>Saat diceritakan, saat itu waktu menunjukan dini hari yakni pukul 01.00 WIB. Duduk dan bercerita sembari ditemani kopi, roti dan juga gorengan pisang yang sudah dingin.</p>
<p>Saat itu awak redaksi <a href="https://story.cilacap.info" aria-label="Story Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; asyik bercerita tentang kisah &#8211; kisah yang ada di Cilacap, bersama seorang Gus dari Ciawitali Cimanggu dan juga Haji Murtadlo.</p>
<p>Pada saat asyik bercerita, kala itu diceritakan suatu kisah menarik tentang sebuah misteri dari sepasang sandal bupati Cilacap, Haji Tatto Suwarto Pamuji yang menurut Haji Murtadlo menjadi berkah dan terpilihnya Tatto sebagai orang nomor satu di Cilacap 2 Periode.</p>
<p>Kisah itu bermula saat seorang Kiai, Ulama, Mantan Presiden Republik Indonesia dan juga Cucu dari Hadratus Syaikh Kiai Haji Hasyim Asy&#8217;ari yakni Almaghfurlah Kiai Haji Abdurrahman Wahid yang saat itu datang ke pondok pesantren (Ponpes) El Bayan Majenang ke Pondok Kiai Haji Najmuddin.</p>
<p>Haji Murtadho pada malam itu menceritakan, saat kedatangan beliau (Gus Dur) ke ponpes El Bayan Majenang, yakni pada tahun 1999, saat itu Haji Murtadho yang merupakan Ketua Gusdurian Majenang dan Mantan Dewan di DPRD Cilacap fraksi PKB turut mendampingi Almarhum Gusdur.</p>
<p>Saat itu Haji Murtadlo duduk di belakang Gus Dur dan Kiai Haji Najmuddin, dan pada saat duduk, terdapat suatu hal yang tak biasa terjadi.</p>
<p>Kiai Najmuddin yang duduk berhadapan dengan Gus Dur saat itu terlihat tak mengucapkan sepatah kata pun. Sedangkan Gus Dur kala itu tampak begitu takdzim dengan duduk dan menunduk dihadapan Kiai Najmuddin.</p>
<p>Namun tiba-tiba, Gus Dur mengucapkan &#8220;Nggih Yai, Nggih Yai.&#8221; Berkali &#8211; kali seperti telah menerima wejangan dari Kiai Najmuddin jelas Haji Murtadlo menceritakan pengalamannya saat ia mendampingi tokoh Nahdlatul Ulama (NU) pada saat itu.</p>
<p>Waktu demi waktu terus berjalan, Gus Dur kemudian pamit hendak bertolak dari Ponpes El Bayan, namun pada saat itu ada kejadian yang bisa dibilang usil, sengaja.</p>
<p>Pasalnya kala itu dua sandal Gus Dur hilang, sontak saja santri pun menjadi panik dan turut mencarinya, namun yang diketemukan hanyalah sebelahnya saja, sedang yang sebelah lagi diketemukan beberapa hari kemudian.</p>
<p>Saat para santri termasuk pendamping Gus Dur mencari sandal, kemudian datanglah Haji Tatto Suwarto Pamuji.</p>
<p>Haji Tatto yang melihat keriuahan kemudian berbicara, &#8220;ada apa?&#8221; kemudian dijelaskanlah bahwa sandal milik Gusdur hilang.</p>
<p>H. Tatto yang sekarang ini masih menjabat menjadi Bupati, Pada saat itu menyarankan untuk memberikan sepasang sandal yang ia pakai untuk dipakai Almarhum Gus Dur.</p>
<p>Panitia dan Pendamping Gus Dur pun setuju, kemudian Sandal tersebut diberikan kepada Almarhum Gus Dur.</p>
<p>Menurut Haji Murtadlo, ada berkah terpilihnya Tatto lantaran telah memberikan sandalnya kepada Almarhum Gusdur.</p>
<p>Sekelumit kekeramatan Beliau yang mberhaki, Hal tersebut juga diperkuat lagi dengan satu orang penemu sandal Gus Dur yang kemudian juga menjadi Kadus (Kepala Dusun) Jenang, Majenang.</p>
<p>Dikisahkan, saat itu di Cilacap, bahwa Kadus ditentukan dari pilihan. Dimana saat ada pencalonan Kadus tersebut, seorang calon yang juga penemu sandal Gus Dur ingin mencalonkan diri, namun ia takut tidak terpilih.</p>
<p>Mengetahui bahwa si kadus adalah penemu salah satu sandal Gus Dur, lantas beberapa orang menyarankan kepada calon Kadus tersebut supaya memakai sandal Gus Dur.</p>
<p>Anjuran tersebut pun ternyata benar-benar dijalankan saat pemilihan kadus meski Sandal milik Gus Dur kekecilan olehnya dan hanya sebelah. Namun, sambung Haji Tado, orang tersebut pada akhirnya terpilih menjadi Kadus.</p>
<p>Oleh sebab itu, Haji Murtadlo berujar terpilihnya tatto 2 periode, ada berkah dari sepasang sandal yang ia berikan kepada Gus Dur, Ulama yang disegani dan juga dikagumi oleh warga NU (Nahdliyin).</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/Gus-Dur-dan-Bupati-Cilacap-Tatto-Suwarto-Pamuji.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Gus Dur dan Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/Gus-Dur-dan-Bupati-Cilacap-Tatto-Suwarto-Pamuji-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Gus Dur dan Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Kiai Shonhaji, Ulama di Kebumen Guru Spritual Gus Dur</title>
		<link>https://story.cilacap.info/ci-22560/kiai-shonhaji-ulama-di-kebumen-guru-spritual-gus-dur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Feb 2020 00:28:13 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Gus Dur]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Ulama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://story.cilacap.info/ci-22560/kiai-shonhaji-ulama-di-kebumen-guru-spritual-gus-dur</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="Story Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; KH. Shonhaji Chasbullah adalah salah satu di antara guru mursyid KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Jika disebut &#8220;5 Kyai Khos&#8221; yang selalu dipatuhi komandonya oleh Gus Dur, maka beliaulah salah satu di antaranya.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://story.cilacap.info" aria-label="Story Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; KH. Shonhaji Chasbullah adalah salah satu di antara guru mursyid KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Jika disebut &#8220;5 Kyai Khos&#8221; yang selalu dipatuhi komandonya oleh Gus Dur, maka beliaulah salah satu di antaranya.</p>
<p>Latar Belakang KH. Shonhaji</p>
<p>KH. Shonhaji Chasbullah lahir sekitar tahun 1916 M. Masa kecilnya dilalui dengan belajar agama dibeberapa pesantren. Diantaranya Pesantren Lerap (milik kerabat beliau), Pesantren Jetis (asuhan ayah beliau) dan Pesantren Sumolangu, yang semuanya masih dalam wilayah Kebumen.</p>
<p>Lalu semasa remaja beliau mulai melanglang buana dari satu pesantren ke pesantren lainnya. Diantaranya ia mengaji kepada Mbah Nahrowi Dalhar Watu Congol Magelang, Mbah Muhajir ayah dari Syaikh Hayat Bendo Pare Kediri, dan masih banyak lagi pesantren lainnya.</p>
<p>Adapun yang pernah mondok di Ringinagung itu adalah kakek beliau, Mbah Abdurrahman Jetis. Tapi cerita yang biasa didengar, Mbah Abdurrahman Jetis mondok di Kepung Pare Kediri. Kepung adalah nama sebuah kecamatan dan Ringinagung, disamping berada di wilayah Kecamatan Kepung. Ringinagung juga menjadi Pesantren tertua di Kecamatan tersebut.</p>
<p>KH. Shonhaji lebih dikenal dengan Mbah Jimbun Kebumen. Beliau merupakan besan dari Hadhratus Syaikh KH. M. Utsman bin Nadi al-Ishaqi Jatipurwo, disamping juga berguru thariqah hingga disempurnakan sampai mendapatkan &#8220;Ijazah Kemursyidan Izin&#8221; dari Mbah Utsman al-Ishaqi. Secara nasab beliau masih keturunan ulama-ulama besar, berdarah biru, yang bersambung ke para sunan (Wali Songo) penyebar Islam di Nusantara ini.</p>
<p>Kyai Shonhaji mulai diketahui khalayak umum sebagai gurunya Gus Dur adalah setelah pengakuan Gus Dur sendiri saat berlangsung Istighatsah Akbar di Gelora Bung Karno. Mungkin banyak yang bertanya, guru dalam hal apa?</p>
<p>Di dalam Ahlussunnah wal Jama’ah, terlebih Nahdlatul Ulama, thariqah atau tasawwuf merupakan hal yang tidak bisa terpisahkan. Dalam ‘Hadits Jibril’ dikenal dengan 3 komponen agama Islam! yakni Iman (tauhid), Islam (fiqih) dan Ihsan (tasawwuf). Ketiganya tidak bisa terpisahkan antara satu dengan yang lainnya, harus berjalan secara seimbang dan beriringan. Maka Kyai Shonhaji bisa dikatakan sebagai guru thariqah atau tasawwufnya Gus Dur.</p>
<p>Salah satu ajaran Kyai Shonhaji yang melekat pada diri Gus Dur adalah kesederhanaan. Seorang tetangga Kyai Shonhaji menyaksian hal itu. Diceritakannya ia sering melihat Kyai Shonhaji pergi ke pasar Tengok berbelanja sayuran sendiri. di mata tetangganya itu tentu merupakan pemandangan yang aneh, mengesankan istrinya &#8220;kebangetan&#8221; membiarkan kyai yang sudah sepuh itu &#8220;kedangkrakan&#8221; ke pasar sendiri. Tapi itulah secuil gambaran kesederhanaan Kyai Shonhaji.</p>
<p>Meski memiliki nasab yang mulia, tatkala ada seorang kyai penghafal al-Quran sowan ke Kyai Shonhaji menanyakan silsilah, maka jawab Kyai Shonhaji: &#8220;Inna akramakum ‘indallahi atqakum&#8221;. (Sesungguhnya paling mulianya kalian di sisi Allah adalah yang paling bertaqwa).</p>
<p>Kita tahu ayat di atas di awali dengan penegasan Allah bagaimana manusia diciptakan berjenis laki-laki dan perempuan, bersuku-suku dan berbangsa-bangsa untuk saling mengenal. Amal shaleh lebih utama ketimbang membanggakan nasab mulia. Jawaban di atas mencerminkan kesederhanaan Kyai Shonhaji yang tidak mau terlena dengan membanggakan nasabnya sendiri, sedang amal shalehnya terabaikan.</p>
<h2>KH. Shonhaji dan Gus Dur</h2>
<p>Saat dukungan semakin santer pada Gus Dur sebagai Ketua Umum PBNU, Kyai Shonhaji adalah satu di antaranya yang secara terang-terangan meminta mantan presiden itu bersedia menjadi Ketua Umum. Bahkan Mbah Sonhaji telah berkirim surat langsung kepada Gus Dur yang dititipkan melalui Umarudin Masdar, salah satu direktur dan peneliti pada Lembaga Kajian Islam dan Sosial (LKIS).</p>
<p>Mbah Shonhaji selama ini dikenal sebagai salah satu guru spiritual yang dihormati Gus Dur. Tiap Gus Dur datang ke Kebumen, beliau juga hadir mendampinginya. Menurut Wakil Ketua PCNU Kebumen, Drs. Dawamudin Masdar MAg, dirinya ikut menemani Umarudin bersilaturahim dengan Mbah Sonhaji. Bahkan kiai itu menulis selembar surat berhuruf Arab berbahasa Jawa. &#8220;Surat itu sudah dibawa ke Jakarta dan sampai langsung ke Gus Dur. Intinya, meminta Gus Dur bersedia dan menyempatkan diri menjadi Rois Aam demi kepentingan umat,&#8221;imbuh Dawam.</p>
<p>Dawam menyatakan, dari pertemuan itu Kyai Shonhaji merasa prihatin atas kondisi NU saat ini. Terpanggil untuk ikut urun rembuk selaku kyai sepuh demi kemaslahatan umat, dia yang dekat dengan Gus Dur lalu berinisiatif menulis surat.</p>
<p>Dawam yang juga cendekiawan NU di Kebumen itu mengakui, selama era KH. Hasyim Muzadi, PBNU telah terkena limbah politik. Dampaknya sangat terasa ketika Pemilu 2004 massa NU di bawah terombang-ambing. Guna mengembalikan organisasi NU makin independen dan kredibel serta berpihak pada nahdliyyin, menurut Dawam, harus ada tokoh yang dihormati untuk menjadi yang dituakan di NU. Tokoh tersebut adalah Gus Dur.</p>
<p>Menurut salah satu cucu beliau, Gus Hakim Luqman Al Ishaqy, ungkapan Kyai Shonhaji mengenai Gus Dur adalah: &#8220;Gus Dur wonge gunake adan, arep melebu thoriqoh liyo wae sek sempat kirim surat&#8221;(Gus Dur itu orangnya beretika, akan masuk ke thariqah yang lain saja dia masih sempat (minta izin dengan) berkirim surat.</p>
<p>Kewafatan Kyai Shonhaji</p>
<p>10 tahun sebelum kewafatannya, saat usia beliau sudah udzur yakni 82 tahun, masih sempat menikah lagi dengan wanita yang umurnya kebalikan dari umur beliau, 28 tahun. Beliau menikahi Ibu Nyai Nurul Kholidiyah Purwodadi, janda dari Mbah Mangli atau KH. Hasan Asy’ari.</p>
<p>Ada satu pesan beliau yang didengar oleh salah satu cucunya, Gus Ahmad Danyalin Al-Ishaqi, dan sering didawuhkan saat beberapa bulan menjelang kewafatannya yaitu sabda Nabi Saw.:</p>
<p>كُنْ مَعَ اللهِ فَاِنْ لَمْ تَكُنْ مَعَ اللهِ فَكُنْ مَعَ مَنْ كاَنَ مَعَ اللهِ فَاِنَّهُ يُوْصِلُكَ إِلَى اللهِ</p>
<p>&#8220;Hendaklah engkau selalu bersama Allah. Jika tidak mampu, berusahalah selalu bersama orang-orang yang dekat dengan Allah. Karena sesungguhnya orang itulah yang akan menyampaikanmu kepada Allah.&#8221;(HR. Abu Daud). Dalam dunia thariqah, hal ini adalah dengan ‘menghadirkan wajah guru mursyid’ ketika melakukan ibadah.</p>
<p>Ulama sepuh dan ahli tawasuf asal Kebumen itu wafat dalam usia 92 tahun. Tepatnya wafat pada hari Senin 17 Maret 2008 M. sekitar pukul 17.00 WIB. Kemudian jenazahnya dimakamkan pukul 13.00 WIB esok harinya, di Jimbun, Sruweng, Kebumen, Jawa Tengah. (via Bangkitmedia.com)</p>
<p>Sya’roni As-Samfuriy, Tegal 18 September 2014</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Kisah Gus Dur di Wisata Situ Lengkong Panjalu Ciamis dan Temukan Makam Keramat</title>
		<link>https://story.cilacap.info/ci-17576/wisata-situ-lengkong-panjalu-ciamis-dan-makam-keramat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Hasan Bahtiar]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Sep 2019 15:10:29 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Ciamis]]></category>
		<category><![CDATA[Destinasi]]></category>
		<category><![CDATA[Gus Dur]]></category>
		<category><![CDATA[Situ Lengkong]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Religi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://story.cilacap.info/ci-17576/wisata-situ-lengkong-panjalu-ciamis-dan-makam-keramat</guid>

					<description><![CDATA[CIAMIS,  aria-label="Story Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Situ Lengkong Panjalu Ciamis wana wisata waduk yang kerap dikunjungi banyak orang. Selain untuk tujuan wisata, situ atau waduk danau tersebut juga kerap didatangi para peziarah dari luar kota.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>CIAMIS</strong>, <a href="https://story.cilacap.info" aria-label="Story Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Situ Lengkong Panjalu Ciamis wana wisata waduk yang kerap dikunjungi banyak orang. Selain untuk tujuan wisata, situ atau waduk danau tersebut juga kerap didatangi para peziarah dari luar kota.</p>
<p>Situ yang terletak di Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis Jawa Barat itu adalah Cagar Alam yang sudah ditetapkan menjadi Desa Wisata sejak 17 Maret tahun 2004.</p>
<p>Selain sebagain tempat laku lampuh perjalanan spiritual dan obyek wisata, di sana juga sebagai tempat kebudayaan.</p>
<p>Di situ lengkong atau Nusa Dua tersebut terdapat makam keramat yang kerap diziarahi oleh banyak orang.</p>
<p>Namun ternyata makam tersebut adalah makam orang sholih, makam ulama penyebar agama islam di daerah jawa barat.</p>
<p>Hal itu diketahui oleh Almaghfurlah Kiai Haji Abdurrahman Wahid (Gus dur) yang disampaikan Haji Sulaiman seperti dilansir dari NU Online.</p>
<p>Sebelum menjadi wisata religi dan bahwa makam keramat tersebut adalah makam orang sholih, situ tersebut sangat sepi dan terkesan menyeramkan (angker).</p>
<p>Bahkan Haji Sulaiman ketika diperintahkan Gus Dur untuk mengunjunginya guna berziarah, Haji Sulaiman dibuat merinding, bulu kuduknya berdiri. Bagaimana tidak wong tempatnya kala itu begitu sepi terdapat hutan, Bahkan kelelawar kala ia berziarah mengitari di atas kepalanya.</p>
<p>Makam tersebut adalah Makam Syech Panjalu yang diketahui masih keturunan Rasulullah SAW. Beliau bernama Syaikh Sayyid Ali bin Muhammad.</p>
<p>Situ Lengkong dan Makam keramat yang dulunya sepi itu, tahun demi tahun kian dikenal oleh masyarakat luas, dan banyak dikunjungi oleh banyak orang. Hal itu usai Mantan Presiden dan Ulama Besar dari PBNU KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) berkunjung kesana dan mengatakan bahwa makam tersebut adalah makam orang Shalih.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2019/09/27/situ-lengkong-panjalu-ciamis.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[situ lengkong panjalu ciamis]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2019/09/27/situ-lengkong-panjalu-ciamis-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[situ lengkong panjalu ciamis]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
