<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Legenda &#8211; Story Cilacap.info</title>
	<atom:link href="https://story.cilacap.info/tag/legenda/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://story.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Tue, 30 Jun 2026 16:20:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/story/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos Legenda &#8211; Story Cilacap.info</title>
<link>https://story.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Info Kisah Menarik</description>
</image>
	<item>
		<title>Kisah Mistis Melegenda NUSAKAMBANGAN Keberadaan Kawuk Misteri Namun Punya Cerita</title>
		<link>https://story.cilacap.info/ci-135/kisah-mistis-melegenda-nusakambangan-keberadaan-kawuk-misteri-namun-punya-cerita</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 May 2020 13:27:59 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Legenda]]></category>
		<category><![CDATA[Nusakambangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://story.cilacap.info/ci-135/kisah-mistis-melegenda-nusakambangan-keberadaan-kawuk-misteri-namun-punya-cerita</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Kawuk makhluk yang menurut beberapa orang di pangandaran jawa barat bentuknya seperti Biawak namun lebih besar dan berukuran seperti komodo.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://story.cilacap.info" aria-label="Story Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Kawuk makhluk yang menurut beberapa orang di pangandaran jawa barat bentuknya seperti Biawak namun lebih besar dan berukuran seperti komodo.</p>
<p>Namun kawuk berdasarkan cerita rakyat, kawuk dalam berjalan, yakni jalannya berdiri dan suka memakan daging mayat.</p>
<p>Dilansir Channel <a href="https://story.cilacap.info" aria-label="Story Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; yang pernah dipublikasi dan sempat viral, lantas kisah tersebut banyak yang menganggap adalah hoax. Namun kisah tersebut juga turut diceritakan oleh beberapa media online.</p>
<p>Uniknya, Orang yang menyangkal kisah tersebut, justru mempublikasi tulisan di <a href="https://story.cilacap.info" aria-label="Story Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; ke dalam akun Youtubenya dan berbacksound seram disertakan tulisan sama persis.</p>
<p>Menurut sebagian orang, kebaradaan kawuk adalah misteri dan juga hanya mitos yang tak pernah ada, terkait hal itu, kami hanya mempublishnya dan tidak mengajak untuk mempercayainya. Karena cerita rakyat merupakan kisah yang dikisahkan kembali. di dalam kisah juga tidak sedikit pesan moral dan lainnya, inilah sisi baiknya.</p>
<p>Berikut kami jabarkan tentang kisah kawuk.</p>
<p>Pulau Alcatraz Indonesia atau Nusakambangan terkenal sebagai Lembaga Pemasyarakatan berkeamanan tinggi. Selain daripada itu merupakan kawasan cagar alam.</p>
<p>Letaknya yang berada di tengah laut, ditumbuhi pohon-pohon besar, sehingga berbagai Satwa liar juga katanya ada di sana.</p>
<p>Bukan hanya satwa liar yang pernah viral seperti Jaguar atau Macan tutul, maupun buaya. Bahkan kisah mistis di pulau kematian bernama nusakambangan ini juga bisa buat merinding.</p>
<p>Menurut yang kami himpun dari beberapa laman, di nusakambangan terdapat satwa seperti kijang jawa, dan buaya serta ada belasan ekor Macan Tutul atau Kumbang atau juga di katakan Jaguar.</p>
<p>Diperkirakan habitat dari black panther menurut BKSDA jumlahnya kian bertambah dengan perkembangbiakan.</p>
<p>Keberadaan hewan air yang ganas seperti buaya juga terdapat di Nusakambangan. Hal itu diperkuat dengan matinya seekor buaya muara karena terjerat jaring nelayan di laguna segara anakan kampung laut beberapa waktu lalu.</p>
<p>Selain hewan buas, Konon pulau ini punya kisah mistis, yang apabila ada orang meninggal di sana maka pantangan bagi warga sekitar apabila tidak cepat dengan segera menguburkan jasad keluarganya. Pasalnya mereka takut apabila jasad keluarganya diambil Kawuk.</p>
<p>Menurut cerita, Konon kawuk suka memakan mayat manusia Bahkan orang hidup, dan dalam berburu mangsa, kawuk ini bergerombol.</p>
<p>Entah benar atau tidaknya kisah mengenai keberadaan kawuk yang konon katanya mirip biawak namun lebih besar Bahkan lebih besar dari komodo dan berjalannya pun berdiri.</p>
<p>Bahkan, Kisah ini bukan hanya terkenal di nusakambangan tapi juga terkenal di pangandaran.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Kisah Syaikh Subakir dan Sabdo Palon</title>
		<link>https://story.cilacap.info/ci-25136/kisah-syaikh-subakir-dan-sabdo-palon</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Apr 2020 23:49:45 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Legenda]]></category>
		<category><![CDATA[Sabdo Palon]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://story.cilacap.info/ci-25136/kisah-syaikh-subakir-dan-sabdo-palon</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Siapakah Sabdo Palon hingga menjadi topik terpopuler di twitter dan Bahkan dikatakan bakal nagih janji. Cuitan terkait hal ini tengah ramai dan jadi perbincangan hangat di linimasa media sosial (medsos).]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://story.cilacap.info" aria-label="Story Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Siapakah Sabdo Palon hingga menjadi topik terpopuler di twitter dan Bahkan dikatakan bakal nagih janji. Cuitan terkait hal ini tengah ramai dan jadi perbincangan hangat di linimasa media sosial (medsos).</p>
<p>Sabdo Palon merupakan legenda yang telah diceritakan turun temurun dari sekian tahun lamanya dan cerita ini cukup dikenal oleh orang di tanah jawa. Bahkan dalam sejarahnya ada kisah tentang seorang Wali Allah yang pernah adu kesaktian dengannya, salah satunya adalah Syaikh Subakir.</p>
<p>Syaikh Subakir ketika hendak menyebarkan Islam ditanah jawa bukannya tanpa kendala, dalam beberapa kisah yang telah dibaca. Syaikh syubakir ketika ke indonesia (nusantara) kendala yang beliau hadapi bukan hanya manusia Bahkan bangsa jin atau lelembut.</p>
<p>Dilansir <a href="https://story.cilacap.info" aria-label="Story Cilacap.info">CILACAP.INFO</a>, Ceritanya, dahulu kala datanglah seorang Waliyullah (Kekasih Allah), beliau Ulama Besar asal Persia. Beliau datang kejawa atas perintah Sultan Muhammad I. Sang Sultan kala itu, mendapat wangsit melalui mimpi untuk menyebarkan dakwah Islam ke tanah Jawa. Adapun mubalighnya diharuskan berjumlah sembilan orang. Jika ada yang pulang atau wafat, maka akan digantikan oleh ulama lain asal tetap berjumlah sembilan.</p>
<p>Syaikh Subakir yang ahli dalam bidang merukyah, ekologi, meteorologi dan geofisika adalah salah satu dari kesembilan wali periode pertama yang diperintah sang Sultan. Beliau diutus secara khusus untuk menangani terkait masalah-masalah yang berhubungan dengan hal ghaib dan spiritual.</p>
<p>Karena hal itu pula yang dinilai telah menjadi penghalang diterimanya Islam oleh masyarakat Jawa sebelum diutusnya Wali Songo Periode Pertama. Pasalnya Pulau Jawa kala itu dihuni oleh para lelembut dan jin yang bisa malik rupa, berubah wujud menjadi binatang buas dan menerkam manusia.</p>
<p>Tak hanya di daratan yang dahulu memang alas (hutan) yang kian lebat, lebatnya alas juga dikisahkan dalam babat tanah jawa. Tapi di lautannya atau aliran air, jin dan para dedemit tanah jawa juga bisa malik rupa. Mereka malik rupa dengan berupah wujud menjadi gulungan ombak besar yang menenggelamkan manusia.</p>
<p>Sehingga Syaikh Subakir sebelum menginjak di tanah jawa, terlebih dahulu mengambil sebuah batu hitam dari Arab yang telah diberi rajah. Batu tersebut kemudian dibawa kejawa dan di tempatkan di Puncak Gunung Tidar, Magelang, Jawa Tengah.</p>
<h2>Mengapa Pemasangan Batu yang dinamakan Rajah Aji Kalacakra di Gunung Tidar</h2>
<p>Sebab Gunung tersebut adalah titik pusat pakunya tanah jawa. Efeknya dari penempatan batu tersebut, para dedemit, setan, jin, iblis merasakan hawa panas sehingga Ada yang mati dan juga ada yang lari kocar-kacir.</p>
<p>Konon para dedemit itu ada yang lari ke Alas Roban seperti Alas Purwo di Banyuwangi. Kemungkinan juga alas sekitarnya seperti Alas Gumitir, Alas Dadapan. Para dedemit itu juga lari ke gunung-gunung seperti Gunung Merapi, Gunung Kemukus, dan Gunung Srandil di Adipala Cilacap Jawa Tengah.</p>
<h2>Srandil Adipala Gunung Angker tempat Bersemedi dan Memburu Kekayaan</h2>
<p>Ada kemungkinan larinya anak buah Sabda Palon ke Gunung Srandil Adipala itu ada kaitannya dengan mitos yang beredar. Gunung Srandil selain angker juga kerap dikunjungi banyak peziarah, peziarah-peziarah itu ada yang melakukan ritual bertapa juga ada yang mencari kekayaan.</p>
<p>Kekayaan itu di dapat melalui proses ritual pemujaan pada dedemit yang sering disebut pesugihan. Mereka melakukan itu dan terikat dengan jin penunggu Srandil. Ada juga yang lari ke lautan seperti Laut Pantai Selatan yang membentang dari Banten, Sukabumi, Yogyakarta, hingga Banyuwangi.</p>
<p>Pada akhirnya Raja Jin yang bernama Sabda Palon kemudian ke luar dan menemui Syaikh Subakir menanyakan perihal penancapan Batu Aji Kalacakra dan juga Tombak Sakti Kiai Panjang. Setelah dinyatakan perihal maksud Syaikh Subakir menanam itu yakni guna menyebarkan islam di tanah jawa dan mengusir para dedemit yang mengganggu dakwah para ulama islam. Rupanya Sabda Palon tak terima, sehingga terjadilah pertempuran.</p>
<p>Konon pertempuran itu terjadi selama 40 Hari 40 Malam. Atas kesaktian yang dimiliki Syaikh Subakir pada akhirnya raja jin itu merasa kuwalahan dan menawarkan perundingan. Disadur dari berbagai sumber, bahwa perundingan itu, berisi persyaratan yang harus dipenuhi. Sabda Palon mensyaratkan beberapa poin dalam upaya penyebaran Islam di tanah Jawa.</p>
<p>Isi kesepakatan antara lain, Sabda Palon memberi kesempatan kepada Syekh Subakir beserta para ulama untuk menyebarkan Islam di Tanah Jawa, tetapi tidak boleh dengan cara memaksa. Kemudian Sabda Palon juga memberi kesempatan kepada orang Islam untuk berkuasa di tanah Jawa-Raja-Raja Islam-namun dengan beberapa catatan.</p>
<p>Para Raja Islam itu silahkan berkuasa, namun jangan sampai meninggalkan adat istiadat dan budaya yang ada. Silakan kembangkan ajaran Islam sesuai dengan kitab yang diakuinya, tetapi biarlah adat dan budaya berkembang sedemikian rupa. Syarat-syarat itu pun akhirnya disetujui Syekh Subakir.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
