<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Nusakambangan &#8211; Story Cilacap.info</title>
	<atom:link href="https://story.cilacap.info/tag/nusakambangan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://story.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Sat, 18 Jul 2026 21:25:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/story/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos Nusakambangan &#8211; Story Cilacap.info</title>
<link>https://story.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Info Kisah Menarik</description>
</image>
	<item>
		<title>Mengenal Sejarah Balai Pemasyarakatan!</title>
		<link>https://story.cilacap.info/ci-44502/mengenal-sejarah-balai-pemasyarakatan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Huda]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Feb 2022 16:46:04 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Nusakambangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://story.cilacap.info/ci-44502/mengenal-sejarah-balai-pemasyarakatan</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Sebelum munculnya istilah Balai Pemasyarakatan (Bapas) di Indonesia, dikenal terlebih dahulu Jawatan Reklasering dan Pendidikan Paksa yang didirikan oleh pemerintahan Belanda dengan dikeluarkannya Gouverment Besluit tanggal 15 Agustus 1927, yang berpusat pada Departemen Van Justitie di Jakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://story.cilacap.info" aria-label="Story Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Sebelum munculnya istilah Balai Pemasyarakatan (Bapas) di Indonesia, dikenal terlebih dahulu Jawatan Reklasering dan Pendidikan Paksa yang didirikan oleh pemerintahan Belanda dengan dikeluarkannya Gouverment Besluit tanggal 15 Agustus 1927, yang berpusat pada Departemen Van Justitie di Jakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur.</p>
<p>Bertujuan untuk memenuhi kebutuhan orang Belanda dan pribumi yang harus dibimbing secara khusus.</p>
<p>Pada saat itu Kantor Besar Jawatan Kepenjaraan/Jawatan Reklasering memberi subsidi kepada badan Reklasering Swasta dan pra-yuwana, dan tenaga sukarelawan perorangan (Volunteer Probation Officer).</p>
<p>Petugas yang menjalankan tugas dan fungsi di Badan Reklasering yang dikelola oleh Negara disebut Ambtenaar der Reclassering (Pegawai Negeri Istimewa pada Badan Reklasering).</p>
<p>Setelah Indonesia merdeka, pada tanggal 27 April 1964 terjadi perubahan Sistem Kepenjaraan menjadi Sistem Pemasyarakatan.</p>
<p>Sistem Pemasyarakatan yang digunakan oleh bangsa Indonesia, memiliki tujuan reintegrasi bagi pelanggar hukum (Narapidana dan Anak Didik) dengan masyarakat yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.</p>
<p>Agar terciptanya pembinaan klien pelanggar hukum maka dikeluarkan Surat Keputusan Presidium Kabinet Ampera No.75/U/Kep/II/66.</p>
<p>Dengan Surat Keputusan tersebut struktur organisasi berubah menjadi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan yang memiliki dua Direktorat yang menangani (1) Pembinaan narapidana di dalam Lembaga Pemasyarakatan dan (2) Pembinaan narapidana di luar Lembaga Pemasyarakatan yang mencakup pula pembinaan Anak di dalam Lembaga Pemasyarakatan.</p>
<p>Direktorat yang menangani Pembinaan narapidana di luar Lapas dan Pembinaan Anak di dalam Lapas kemudian disebut Direktorat Bimbingan Kemasyarakatan dan Pengentasan Anak (BISPA).</p>
<p>Istilah Bispa pertama kali dicetuskan oleh R. Waliman Hendrosusilo yang terdiri dari 2 (dua) istilah, yakni BIS dan PA. BIS adalah akronim dari Bimbingan Kemasyarakatan dan PA merupakan singkatan dari Pengentasan Anak.</p>
<p>Tujuan pendirian badan ini adalah untuk pembinaan di luar penjara. Metode yang digunakan dalam bimbingan di luar penjara juga berbeda dengan metode pembinaan yang dilakukan di dalam penjara.</p>
<p>Pada tahun 1995 Setelah disahkannya UU No. 12 Tahun 1995 Tentang Pemasyarakatan istilah Bispa berubah menjadi Bapas. Hal tersebut dikuatkan juga dalam Keputusan Menteri No. M.01.PR.07.03 Tahun 1997 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pemasyarakatan. </p>
<p>Balai Pemasyarakatan yang kemudian dikenal dengan nama Bapas adalah adalah pranata untuk melaksanakan bimbingan Klien Pemasyarakatan (UU Nomor 12 Tahun 1995).</p>
<p>Pengertian lain dalam Undang-undang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak dalam Pasal 1 ayat 24, yang dimaksud dengan Bapas adalah unit pelaksana teknis pemasyarakatan yang melaksanakan tugas dan fungsi penelitian kemasyarakatan, pembimbingan, pengawasan, dan pendampingan.</p>
<p>Sementara itu, dalam Peraturan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2018 Tentang Revitalisasi Penyelenggaraan Pemasyarakatan Pasal 1 Ayat 15 Balai Pemasyarakatan yang selanjutnya disebut Bapas adalah lembaga atau tempat yang menjalankan fungsi Pembimbingan terhadap Klien.</p>
<p>Pembimbingan di sini meliputi Penelitian Kemasyarakatan, Bimbingan, Pengawasan dan Pendampingan. Pembimbingan di sini adalah rumah besar untuk keempat fungsi lain.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/mengenal-sejarah-balai-pemasyarakatan-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[mengenal sejarah balai pemasyarakatan]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/mengenal-sejarah-balai-pemasyarakatan-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[mengenal sejarah balai pemasyarakatan]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Kisah Mistis Melegenda NUSAKAMBANGAN Keberadaan Kawuk Misteri Namun Punya Cerita</title>
		<link>https://story.cilacap.info/ci-135/kisah-mistis-melegenda-nusakambangan-keberadaan-kawuk-misteri-namun-punya-cerita</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 May 2020 13:27:59 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Legenda]]></category>
		<category><![CDATA[Nusakambangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://story.cilacap.info/ci-135/kisah-mistis-melegenda-nusakambangan-keberadaan-kawuk-misteri-namun-punya-cerita</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Kawuk makhluk yang menurut beberapa orang di pangandaran jawa barat bentuknya seperti Biawak namun lebih besar dan berukuran seperti komodo.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://story.cilacap.info" aria-label="Story Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Kawuk makhluk yang menurut beberapa orang di pangandaran jawa barat bentuknya seperti Biawak namun lebih besar dan berukuran seperti komodo.</p>
<p>Namun kawuk berdasarkan cerita rakyat, kawuk dalam berjalan, yakni jalannya berdiri dan suka memakan daging mayat.</p>
<p>Dilansir Channel <a href="https://story.cilacap.info" aria-label="Story Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; yang pernah dipublikasi dan sempat viral, lantas kisah tersebut banyak yang menganggap adalah hoax. Namun kisah tersebut juga turut diceritakan oleh beberapa media online.</p>
<p>Uniknya, Orang yang menyangkal kisah tersebut, justru mempublikasi tulisan di <a href="https://story.cilacap.info" aria-label="Story Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; ke dalam akun Youtubenya dan berbacksound seram disertakan tulisan sama persis.</p>
<p>Menurut sebagian orang, kebaradaan kawuk adalah misteri dan juga hanya mitos yang tak pernah ada, terkait hal itu, kami hanya mempublishnya dan tidak mengajak untuk mempercayainya. Karena cerita rakyat merupakan kisah yang dikisahkan kembali. di dalam kisah juga tidak sedikit pesan moral dan lainnya, inilah sisi baiknya.</p>
<p>Berikut kami jabarkan tentang kisah kawuk.</p>
<p>Pulau Alcatraz Indonesia atau Nusakambangan terkenal sebagai Lembaga Pemasyarakatan berkeamanan tinggi. Selain daripada itu merupakan kawasan cagar alam.</p>
<p>Letaknya yang berada di tengah laut, ditumbuhi pohon-pohon besar, sehingga berbagai Satwa liar juga katanya ada di sana.</p>
<p>Bukan hanya satwa liar yang pernah viral seperti Jaguar atau Macan tutul, maupun buaya. Bahkan kisah mistis di pulau kematian bernama nusakambangan ini juga bisa buat merinding.</p>
<p>Menurut yang kami himpun dari beberapa laman, di nusakambangan terdapat satwa seperti kijang jawa, dan buaya serta ada belasan ekor Macan Tutul atau Kumbang atau juga di katakan Jaguar.</p>
<p>Diperkirakan habitat dari black panther menurut BKSDA jumlahnya kian bertambah dengan perkembangbiakan.</p>
<p>Keberadaan hewan air yang ganas seperti buaya juga terdapat di Nusakambangan. Hal itu diperkuat dengan matinya seekor buaya muara karena terjerat jaring nelayan di laguna segara anakan kampung laut beberapa waktu lalu.</p>
<p>Selain hewan buas, Konon pulau ini punya kisah mistis, yang apabila ada orang meninggal di sana maka pantangan bagi warga sekitar apabila tidak cepat dengan segera menguburkan jasad keluarganya. Pasalnya mereka takut apabila jasad keluarganya diambil Kawuk.</p>
<p>Menurut cerita, Konon kawuk suka memakan mayat manusia Bahkan orang hidup, dan dalam berburu mangsa, kawuk ini bergerombol.</p>
<p>Entah benar atau tidaknya kisah mengenai keberadaan kawuk yang konon katanya mirip biawak namun lebih besar Bahkan lebih besar dari komodo dan berjalannya pun berdiri.</p>
<p>Bahkan, Kisah ini bukan hanya terkenal di nusakambangan tapi juga terkenal di pangandaran.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Kisah Mistis Nusakambangan dari Keberadaan Kawuk Pemakan Mayat hingga Jaguar</title>
		<link>https://story.cilacap.info/ci-16976/kisah-mistis-nusakambangan-dari-keberadaan-kawuk-pemakan-mayat-hingga-jaguar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Huda]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Aug 2019 13:08:45 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Nusakambangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://story.cilacap.info/ci-16976/kisah-mistis-nusakambangan-dari-keberadaan-kawuk-pemakan-mayat-hingga-jaguar</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Pulau Alcatraz Indonesia atau Nusakambangan terkenal sebagai Lembaga Pemasyarakatan berkeamanan tinggi. Selain daripada itu merupakan kawasan cagar alam.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://story.cilacap.info" aria-label="Story Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Pulau Alcatraz Indonesia atau Nusakambangan terkenal sebagai Lembaga Pemasyarakatan berkeamanan tinggi. Selain daripada itu merupakan kawasan cagar alam.</p>
<p>Letaknya yang berada di tengah laut, ditumbuhi pohon-pohon besar, sehingga berbagai Satwa liar juga katanya ada di sana.</p>
<p>Bukan hanya satwa liar yang pernah viral seperti Jaguar atau Macan tutul, maupun buaya. Bahkan kisah mistis di pulau kematian bernama nusakambangan ini juga bisa buat merinding.</p>
<p>Menurut yang kami himpun dari beberapa laman, di nusakambangan terdapat satwa seperti kijang jawa, dan buaya serta ada belasan ekor Macan Tutul atau Kumbang atau juga di katakan Jaguar.</p>
<p>Diperkirakan habitat dari black panther menurut BKSDA jumlahnya kian bertambah dengan perkembangbiakan.</p>
<p>Keberadaan hewan air yang ganas seperti buaya juga terdapat di Nusakambangan. Hal itu diperkuat dengan matinya seekor buaya muara karena terjerat jaring nelayan di laguna segara anakan kampung laut beberapa waktu lalu.</p>
<p>Selain hewan buas, Konon pulau ini punya kisah mistis, yang apabila ada orang meninggal di sana maka pantangan bagi warga sekitar apabila tidak cepat dengan segera menguburkan jasad keluarganya. Pasalnya mereka takut apabila jasad keluarganya diambil Kawuk.</p>
<p>Menurut cerita, Konon kawuk suka memakan mayat manusia Bahkan orang hidup, dan dalam berburu mangsa, kawuk ini bergerombol.</p>
<p>Entah benar atau tidaknya kisah mengenai keberadaan kawuk yang konon katanya mirip biawak namun lebih besar Bahkan lebih besar dari komodo dan berjalannya pun berdiri.</p>
<p>Bahkan, Kisah ini bukan hanya terkenal di nusakambangan tapi juga terkenal di pangandaran.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Kisah Pulau Nusakambangan Cilacap</title>
		<link>https://story.cilacap.info/ci-16958/kisah-pulau-nusakambangan-cilacap</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Huda]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Aug 2019 17:13:23 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Cerita Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Nusakambangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://story.cilacap.info/ci-16958/kisah-pulau-nusakambangan-cilacap</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Pada zaman dahulu ada seorang raja sakti dari Jawa Timur yang bergelar Prabu Aji Pramosa. Ia memiliki watak keras kepala dan tidak mau tunduk kepada siapa pun. Apalagi kepada para hambanya, kepada raja-raja negara lain pun ia tidak mau mengalah. Pada waktu itu, di wilayah Kerajaan Prabu Aji Pramosa di Kediri tinggal seorang resi yang mahasakti, bernama Resi Kano atau Kiai Jamur.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://story.cilacap.info" aria-label="Story Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Pada zaman dahulu ada seorang raja sakti dari Jawa Timur yang bergelar Prabu Aji Pramosa. Ia memiliki watak keras kepala dan tidak mau tunduk kepada siapa pun. Apalagi kepada para hambanya, kepada raja-raja negara lain pun ia tidak mau mengalah. Pada waktu itu, di wilayah Kerajaan Prabu Aji Pramosa di Kediri tinggal seorang resi yang mahasakti, bernama Resi Kano atau Kiai Jamur.</p>
<p>Prabu Aji Pramosa sudah mengetahui keberadaan Resi itu. Ia merasa sakit hati karena ada yang menandingi kesaktiannya. Ia menganggap resi itu sebagai musuh. Ia khawatir kalau resi itu justru akan mengancam kekuasaannya. Oleh karena itu, ia segera mengadakan rapat di istana untuk mencari jalan menenteramkan hatinya dengan dalih menyelamatkan Kerajaan. Pada rapat itu diputuskan bahwa Resi Kano harus diusir dari wilayah Kerajaan atau dibunuh.</p>
<p>&#8220;Para Penggawa, kalian tahu bahwa saat ini negeri kita terancam bahaya?&#8221; tanya Prabu Aji Pramosa.</p>
<p>&#8220;Ampun, Prabu. Hamba belum tahu, bahaya apa yang mengancam negeri kita?&#8221; sela salah seorang penggawa sambil mukanya men ampakkan kebingungan.</p>
<p>&#8220;Ya, ya, aku memaklumi jika kalian tidak menyadarinya. Sumber bahaya ini memang tidak tampak, tetapi pengaruhnya akan membahayakan. Ia adalah Resi Kano,&#8221; kata Prabu Aji Pramosa.
&#8220;Resi Kano?&#8221; ucap beberapa penggawa seakan tidak percaya.
&#8220;Ya, Resi Kano. Kelihatannya ia baik, tetapi tingkah laku dan pikirannya akan menggerogoti negeri kita. Oleh karena itu, ia harus diusir dari negeri kita. Jika perlu harus dibunuh,&#8221; seru Prabu Aji Pramosa.</p>
<p>Antara percaya dan tidak, para penggawa itu akhirnya sepakat untuk mengusir Resi Kano. Saat itu juga mereka menyusun cara ba gaimana melenyapkan Resi Kano dari negerinya. Sementara itu, Prabu Aji Pramosa tersenyum puas karena para penggawanya telah ter makan hasutannya. Ia senang karena keinginannya akan terwujud.</p>
<p>Berita tentang rencana pengusiran ataupun pembunuhan itu telah terdengar oleh sang Resi. Ia berketetapan hati untuk pergi meloloskan diri meninggalkan Kerajaan. Ia merasa dendam dan benci atas keserakahan dan kezaliman sang Raja. Kepergian Resi Kano tersebut segera juga diketahui oleh Prabu Aji Pramosa. Hal itu membuat Prabu Aji Pramosa semakin murka dan merasa tidak puas jika sang Resi belum mati. Untuk itu, sang Prabu memerintah para penggawanya untuk mengejar dan menangkapnya hidup-hidup. Resi itu dipersalahkan karena meninggalkan Kerajaan tanpa seizin raja.</p>
<p>Alkisah, sang Resi meninggalkan Kerajaan Kediri dengan perasaan sedih, benci, dan dendam kepada Prabu Aji Pramosa. Ia mengembara ke arah pantai selatan Pulau Jawa. Dengan menembus semak belukar, naik-turun gunung, dan tanpa mengenal lelah, akhirnya Resi Kano sampai di pantai selatan Pulau Jawa. Ia terus menyusuri pantai ke arah barat. Sampai di dekat Cilacap, Resi Kano memilih tempat yang sunyi dan sulit dijangkau manusia. Resi Kano kemudian bertapa di tempat itu. Ia mohon keadilan kepada Tuhan atas nasib yang dialaminya.</p>
<p>Berkat kegigihan dan usaha yang tiada henti, Prabu Aji Pramosa dan para Pungawa Kediri akhirnya berhasil menemukan tempat persembunyian sang Resi. Prabu Aji Pramosa segera menghunjamkan senjatanya ke tubuh sang Resi yang sedang bertapa. Namun, peristiwa yang luar biasa terjadi. Seketika itu raga Resi Kano lenyap. Seketika Nusakambangan itu pula terdengar suara gemuruh dan angin ribut yang membuat seluruh bulu kuduk Prabu Aji Pramosa dan para penggawanya berdiri. Namun, Prabu Aji Pamosa dapat mengatasi keadaan tersebut berkat mantra yang dimilikinya.</p>
<p>Setelah keadaan menjadi tenang kembali, muncullah seekor naga raksasa mendesis-desis seakan hendak menelan sang Prabu. Ked ahsyatan gerakan naga itu mengakibatkan ombak laut selatan semakin besar. Hal itu membuat penghuni lautan yang berupa penyu dan kura-kura bermunculan dan terdampar di sekitar Teluk Cilacap. Oleh karena itu, teluk tersebut kemudian disebut dengan nama Teluk Penyu.</p>
<p>Prabu Aji Pramosa keheranan melihat kejadian itu. Ia cepat mencari akal. Ia melepas anak panahnya dan tepat mengenai perut naga raksasa. Seketika itu pula matilah naga raksasa itu dan hanyut ditelan ombak laut selatan.</p>
<p>Sesaat kemudian, muncullah seorang putri cantik dari arah timur. Putri itu berlari-lari sambil memanggil-manggil Prabu Aji Pramosa, &#8220;Prabu Aji Pramosa, ketahuilah, aku ini adalah Dewi Wasowati. Aku berada di tempat ini karena dikutuk oleh yang Mahakuasa. Berkat jasamu aku telah kembali menjadi manusia. Sebagai balas budiku, akan aku persemBahkan kepada Paduka sebuah cangkok kembang Wijayakusuma. Cangkok kembang Wijayakusuma ini tidak mungkin Paduka temukan di alam biasa. Barang diapa memiliki cangkok ini, ia akan menurunkan raja-raja yang berkuasa di tanah Jawa. Sang Prabu, terimalah persembahanku ini.&#8221;</p>
<p>Demi mendengar ucapan putri itu, gembiralah hati sang Prabu. Hatinya berdebar-debar karena riangnya. Dengan aji mantranya, Prabu Aji Pramosa mengerahkan segala kemampuan dan kekuatannya untuk mengarungi samudra yang besar gelombangnya itu. Ia ingin segera dapat menemui Dewi Wasowati untuk menerima cangkok kembang Wijayakusuma.</p>
<p>Sewaktu menyerahkan kembang Wijayakusuma, Dewi Wasowati berpesan kepada sang Prabu, &#8220;Prabu Pramosa, engkau menjadi saksi, ketahuilah bahwa pegunungan dan karang ini terpisah dari Pulau Jawa. Karang ini akan kuberi nama nusa yang berarti pulau. Karena di pulau ini aku telah menyerahkan kembang Wijayakusuma, aku tamBahkan nama itu dengan kembangan. Suatu waktu nanti kuharap pulau ini akan disebut orang dengan nama Nusa Kembangan.&#8221;</p>
<p>Setelah cangkok kembang Wijayakusuma diserahkan kepada Prabu Aji Pramosa, seketika itu juga lenyaplah Dewi Wasowati. Prabu Aji Pramosa segera melompat ke atas karang yang terhampar di sana dan segera mengayuh dayung kembali ke pantai. Karena gugup dan kurang berhati-hati, cangkok Wijayakusuma yang digenggamnya terlepas dan hanyut ditelan ombak. Ia tidak menyadari bahwa cangkok yang digengamnya telah hilang. Ia baru menyadari setelah sampai di pantai. Ia sangat terkejut dan murung karena ia tidak beruntung membawa cangkok Wijayakusuma. Akhirnya. dengan tangan hampa ia pulang ke Kediri.</p>
<p>Tidak lama berselang, terbetik berita bahwa di atas karang Pulau Nusakambangan tumbuh sebatang pohon yang aneh dan ajaib. Prabu Aji Pramosa penasaran mendengar berita tersebut. Ia ingin mengetahui dari dekat kebenaran berita itu. Oleh karena itu, ia segera
Nusakambangan menuju Nusakambangan. Betapa terkejutnya beliau, ternyata pohon ajaib itu tiada lain adalah kembang Wijayakusuma yang pernah ia terima dari Dewi Wasowati. Daun pohon itu tampak berkilauan tertimpa sinar matahari serta halus bagaikan kain beludru. Selain itu, bunganya tampak gemerlapan.</p>
<p>Prabu Aji Pramosa tertegun melihat keajaiban kembang Wijayakusuma itu. Ia merasa menyesal karena teringat kata-kata Dewi Wasowati bahwa siapa yang mempunyai bunga Wijayakusuma tersebut akan menurunkan raja-raja Jawa. Namun, apa hendak dikata, nasi telah menjadi bubur, ia sadar bahwa semua itu telah ditakdirkan oleh penguasa dunia. Akhirnya, sang Prabu pulang kembali ke istana diikuti oleh para pengikutnya.</p>
<p style="text-align: right!;">Diceritakan oleh: Suryo Handono</p>
<p style="text-align: right!;">Disadur dari Cerita Rakyat Cilacap Jawa Tengah</p>
<p style="text-align: right!;">Diterbitkan oleh Balai Bahasa Jawa Tengah Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
