Islam Nusantara dan Tradisi Lokal Indonesia

Dalam sejarahnya, Islam begitu mewarnai sendi-sendi kehidupan – budaya, adat, tradisi – masyarakat Nusantara. Pun sebaliknya. Terjadi dialektika di antara keduanya sehingga membentuk karakter Islam yang khas Nusantara. Aswaja sebagai basis pemahaman keagamaan telah mengakar dalam keberislaman sejak awal masuknya Islam di Nusantara.

Baca: Lebih Banyak →

Sejarah Awal Mula Masuknya Tarekat atau Thoriqoh ke Indonesia

CILACAP.INFO – Seiring kepulangan santri Jawa yang telah selesai belajar di tanah suci, menjelang akhir abad delapan belas, berbagai thariqah telah tersebar luas di nusantara. Sepeninggal Nabi SAW, fitnah besar terjadi di separuh terakhir masa pemerintahan Al-Khulafaur Rasyidun, dan semakin menghebat pada masa daulah Bani Umayyah, di mana sistem pemerintahan telah mirip dengan kerajaan. Penguasa memiliki kekuasaan yang tak terbatas, yang cenderung lebih mengutamakan kepentingan pribadi mereka, keluarga atau kelompoknya dan mengalahkan kepentingan rakyat kebanyakan. Dan akhirnya berujung pada munculnya “pemberontakan” yang digerakkan oleh golongan khawarij, syiah, dan zuhhad.

Baca: Lebih Banyak →

Ada Apa Dengan September?

Sep. Asep dalam bahasa Sunda artinya cakep, ganteng, padanan geulis untuk seorang perempuan. Entah kenapa di awal bulan September pada puluhan tahun lalu identik dengan terorisme. Ingatan kolektivitas kita diajak untuk berdamai dengan sejarah, bahwa citra Islam yang begitu rahmatan Lil Al-Amin. Tiba- tiba mudah terkoyak oleh jaringan teroris internasional. Islam teroris, sampai hari ini mudah dilekatkan pada kelompok Islam radikal ! JI, ISIS, Al Qaida, dll.

Baca: Lebih Banyak →

Peran NU dalam Persiapan dan Pasca Kemerdekaan NKRI

Oleh: Aji Setiawan – Peran dan kontribusi Nahdatul Ulama (NU) sangat besar dalam sejarah perjuangan bangsa, baik sebelum maupun setelah kemerdekaan, terutama dalam pemberdayaan masyarakat.NU juga mempunyai kedekatan hubungan dengan Presiden RI yang pertama, Soekarno. Pada Muktamar Alim Ulama se- Indonesia tahun 1953 di Cipanas, diputuskan untuk memberi gelar kepada Soekarno sebagai Waliyul Amri Dharuriy bis-Syawkah (Pemimpin Pemerintahan yang berkuasa dan wajib ditaati).Bila dipandang dari sudut nasionalisme, NU dan Soekarno selalu menempatkan kepentingan nasional, kepentingan bangsa di atas kepentingan orang-perorang, kelompok atau golongan. Dukungan NU kepada Bung Karno juga dicatat dalam sejarah dengan dikeluarkannya Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 di bawah komando KH. Hasyim Asy`ari yang mewajibkan segenap umat Islam, khususnya warga NU untuk berperang melawan sekutu.

Baca: Lebih Banyak →