Bikin Merinding, Desa Sepatnunggal Majenang konon Dijaga Lelembut

cilacap info featured
cilacap info featured

“Maaf, Pak Tua. Saya Reksapati. Saya membuntuti putri Anda yang cantik jelita. Sepertinya saya telah jatuh hati kepada putri Bapak. Saya ingin sekali mempersunting putri Bapak,” terang Reksapati kemudian.
“Enak saja engkau menyebutku Pak Tua, Anak Muda!” lelaki itu membuka mata, beranjak dari dipannya, menatap tajam mata Reksapati. Reksapati bergeming, balas menatap tajam sang lelaki tua. Menyelami tatapan tajam Reksapati, lelaki tua itu melihat kilatan api, pertanda bahwa Reksapati bukanlah manusia biasa, melainkan pemuda dengan kesaktian luar biasa. Dengan berat hati lelaki tua itu berkata.

“Aku Wangsakarta, Mata air Padontilu dan Leuweung Wates ini dalam penjagaanku. Ini adalah Dusun Larangan. Hanya aku, istriku, dan putriku yang menempati dusun ini. Tidak seorang pun berani memasuki dusun ini kecuali kami. Termasuk kau, Reksapati!” sentaknya tegas.

“Sebelum terjadi apa-apa denganmu, pergilah! Keluarlah dari Du sun Larangan ini!” tambahnya lagi.

“Tidak semudah itu, Ki Wangsakarta! Istana Candi Kuning Gunung Padang di Kadipaten Majenang telah luluh lantak. Aku yang menghancurkannya! Kalau hanya menguasai sebuah dusun, apa susahnya? Begitu juga untuk mempersunting putri cantikmu. Dengan kesaktian yang aku miliki, aku dapat melakukan apa pun yang aku mau!” timpal Reksapati dengan pongahnya. Ki Wangsakarta terdiam sejenak. Sejurus kemudia, ia memanggil putrinya, Ratna Kencana.

“Wahai, Anakku, Ratna Kencana, kemarilah cah ayu!” kata Ki Wangsakarta.
“Katakanlah kepada Ayah, bagaimana pendapatmu tentang pemuda ini?” lanjutnya.

Setelah terdiam beberapa saat, Ratna Kencana menjawab pertanyaan ayahandanya, “Ayahanda yang bijaksana. Aku kagum dengan keberaniannya. Tidak ada salahnya ayah menguji kesaktiannya. Untuk mengetahui apakah ia dapat menjaga aku, ayah, dan ibu. Atau mungkin ia dapat memberikan sesuatu untuk Dusun Larangan, Mata Air Padontilu dan Leuweung Wates. Ratna Kencana serahkan keputusan pada Ayahanda,” jawab Ratna Kencana.

“Baiklah, Reksapati. Akan kuizinian kau menikahi putriku dengan dua syarat. Pertama kau harus membuka hutan ini menjadi perkampungan sehingga dusun ini tidak lagi menjadi Dusun Larangan!” kata Ki Wangsakarta lagi.

“Kedua, apa pun permintaan Ratna Kencana padamu harus kauturuti meskipun berat kaulakukan. Jika melanggarnya, apa pun yang kau miliki termasuk kesaktianmu harus kau berikan kepadaku. Sanggupkah kau menerima tantanganku?” seru Ki Wangsakarta lagi.

“Itu bukanlah hal yang sulit bagiku, Ki! Aku yakin sanggup melaksanakan titah Aki!” jawab Reksapati mantap.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait