Asal Usul Dusun Mertangga Jetis Nusawungu Cilacap

Pantai Jetis Nusawungu Cilacap
Pantai Jetis Nusawungu Cilacap

Namun, suatu ketika sudah beberapa kali acara pisowanan Adipati Suryonegoro tidak dapat hadir di Kerajaan Mataram. Entah berapa kali ia hanya mengutus adiknya, yakni Cokronegoro, untuk mewakili dirinya mengikuti acara pisowanan tersebut. Hal tersebut membuat sang raja menjadi sangat khawatir.

Raja bertanya kepada Cokronegoro.
“Mengapa sudah beberapa kali pisowanan Adipati Ayah tidak hadir di Kerajaan?” tanya sang raja.

Cokronegoro tidak mengemukakan alasan yang jelas akan ketidakhadiran sang kakak. Jawaban Cokronegoro ini semakin membuat sang raja menjadi khawatir.

“Sudahlah, pulanglah kau, Cokronegoro. Sampaikan pada kakakmu untuk menghadapku segera!”, perintah sang raja menyilakan Cokronegoro kembali ke Kadipaten Ayah.

Sesampainya di kadipaten, Cokronegoro menyampaikan pesan sang raja kepada Adipati Suryonegoro. Namun, sang adipati menjawab di luar dugaan Cokronegoro.

“Adi Cokronegoro, sampaikan saja kepada raja aku tidak akan pernah datang lagi ke Kerajaan”, ketusnya.

Cokronegoro terkesiap mendengar jawaban sang kakak. Ia menjadi sangat gundah dan resah, mengapa tiba-tiba sang kakak tidak mau lagi datang ke Kerajaan. Padahal ia sangat tahu kakaknya adalah sosok adipati yang sangat rajin, patuh, dan bertanggung jawab terhadap jabatan yang dipangkunya itu.

“Baik, Kakang Suryonegoro. Esok aku akan pergi lagi menghadap sang raja dan menyampaikan pesan kakang ini,” jawab Cokronegoro masih terliputi rasa gusar, tetapi tidak berani menanyakan alasannya apa.

Keesokan harinya, Cokronegoro berangkat ke Kerajaan dengan menunggangi kuda kesayangannya dan dikawal oleh beberapa prajurit pilihan. Sesampainya di Kerajaan Mataram ia diperkenankan menghadap sang raja.

“Ampun, Baginda raja. Hamba sudah menyampaikan pesan baginda kepada kakak hamba, Adipati Ayah, Kakang Suryonegoro”, lapor Cokronegoro sembari memberi salam takzim kepada sang raja.

“Lalu, mengapa ia tidak memenuhi perintahku, wahai Cokronegoro?” tanya sang raja dengan mengernyitkan dahinya.

“Ampun, Baginda. Kakak hamba tidak dapat hadir ke kerajaan. Beliau hanya menitipkan pesan bahwa beliau tidak akan pernah datang lagi ke Kerajaan,” jawab Cokronegoro dengan sedikit rasa takut dan gusar yang teramat sangat.

“Benarkah Suryonegoro berkata demikian?”, tanya sang raja mulai terlihat marah. Ia bangkit dari singgasananya.

Dengan suara bergetar, sang raja berkata dengan lantang, “Beraninya Suryonegoro melawan perintahku. Kalau begitu, pulangkah kau Cokronegoro. Sampaikan kepada kakakmu yang sombong itu, Aku memerintahnya datang ke sini dengan membawa sekotak wayang kulit. Kalau ia masih bersikukuh tidak mau hadir ke sini, ia akan aku berhentikan sebagai Adipati Ayah,” kata sang raja penuh amarah dengan menggeram.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait