Cerita Lengkap KKN di Desa Penari SimpleMan

ilustrasi cover cerita KKN di Desa Penari
ilustrasi cover cerita KKN di Desa Penari

“sopo sing gabung Nur?” (siapa yang sudah gabung Nur?) tanya Ayu,

“temenku. kating, 2 angkatan di atas kita, satunya lagi, temanya” lega sudah. batin Widya.

surat keputusan KKN sudah disetujui semuanya, terdiri dari 2 fakultas dengan proker kelompok dan individu, untuk pengabdian di masyarakat yang akan diadakan kurang lebih sekitar 6 minggu.

hanya tinggal menunggu, pembekalan sebelum keberangkatan. jauh hari sebelum malam pembekalan, Widya berpamitan kepada Orang Tuanya tentang progress KKN yang wajib ia tempuh, keika Orang Tua Widya bertanya kemana Projek KKN mereka, terlihat wajah tidak suka dari raut ibunya.

“gak onok nggon liyo, lapo kudu gok Kota B,” (apa gak ada tempat lain, kenapa harus kota B) wajah ibunya memegang. “nggok kunu nggone Alas tok, ra umum di nggoni gawe menungso” (di sana tempatnya bukanya hutan semua, tidak bagus ditinggali oleh manusia)

namun setelah Widya menejelaskan, bahwa sebelumnya sudah dilakukan observasi,-
wajah ibunya melunak.

“Perasaane ibuk gak enak, opo gak isok di undur setahun maneh” (perasaan Ibu gak enak, apa tidak bisa di undur satu tahun lagi)

Widya enggan melakukanya, maka, meski berat, kedua Orang Tuanya pun terpaksa menyetujuinya. hari pembekalan sebelum keberangkatan.

Widya, Ayu, Bima dan Nur, matanya melihat ke sekeliling, khawatir, 2 orang yang seharusnya ikut pembekalan belum juga terlihat batang hidungnya, sampai, menjelang diang, 2 orang muncul, menyapa dan memperkenalkan dirinya di depan mereka.

Wahyu dan Anton.

setelah basa basi, bertanya seputar rencana KKN dari A sampai Z selesai, mereka akhirnya berangkat.

“Numpak opo dik kene??” (naik apa kita nanti?) kata Wahyu.

“Elf mas” jawab Nur.

“sampe deso’ne numpak Elf dik?” (sampai desanya naik mobil Elf dik?)
“mboten mas. berhenti di jalur Alas D engken enten sing jemput” (tidak mas, nanti berhenti di jalur hutan D, nanti ada yang jemput) sahut Nur.

mendengar itu, Widya bertanya ke Ayu. “Yu, Deso’ne ra isok di liwati Mobil ta?” (Yu, apa desanya gak bisa di masuki mobil”

Ayu hanya menggelengkan kepala. “ra isok, tapi cedek kok tekan dalan gede, 45 menit palingan” (gak bisa, tapi dekat kok dari jalan besar, 45 menit kemungkinan)

di sinilah. cerita ini di mulai.
sesuai apa yang Nur katakan. Mobil berhenti di jalur masuk hutan D, menempuh perjalanan 4 sampai 5 jam dari kota S, tanpa terasa hari sudah mulai petang, di tambah area dekat dengan hutan, membuat pandangan mata terbatas, belum sampai di sana, gerimis mulai turun. lengkap sudah.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait