Asal Usul Sumur Gemuling Desa Kuripan, Kecamatan Kesugihan

cilacap info featured
cilacap info featured

Lalu dipilihlah beberapa perwira terbaik di Kerajaan Demak untuk mencari keris Tirta Yaksa. Namun, beberapa bulan keris Tirta Yaksa belum juga ditemukan. Bahkan, perwira yang ditunjuk untuk mengemban tugas itu pun tidak pernah kembali lagi ke Kerajaan Demak. Melihat situsi seperti itu, kecemasan Sultan Trenggono semakin menjadi-jadi karena keris itu sangat ampuh, jika jatuh ke tangan orang jahat, pastilah malapetaka akan terjadi.

Untuk mengatasi rasa cemasnya, akhirnya sang Sultan bertapa. Sang Sultan mencari petunjuk dari Sang Pencipta. Dalam pertapaannya, sang Sultan mendapatkan petunjuk bahwa ada seorang pemuda yang akan dapat menemukan dan mengembalikan keris Tirta Yaksa ke Kerajaan Demak. Pemuda itu tinggal di sebuah masjid yang ada di wilayah Demak. Pemuda itu memiliki kesaktian luar biasa. Ia bernama Arya Jabat.

Mengetahui hal tersebut, Sultan Trenggono segera memanggil panglima perangnya. Sultan pun mengutus panglima Adiyaksa untuk menemui dan menjemput Arya Jabat. “Segala perintah Sultan akan segera hamba laksanakan. Hari ini juga hamba akan berangkat ke desa itu dan akan membawa Arya Jabat ke hadapan Sultan secepat mungkin,” sembah Adiyaksa.

Adiyaksa lalu berangkat ke daerah yang disebutkan oleh sang Sultan untuk menjemput Arya Jabat. Perjalanan menuju tempat itu ditempuh selama dua hari dua malam. Adiyaksa memacu kudanya secepat mungkin. Ia hanya beristirahat sebentar untuk makan dan menjalankan salat. Setelah sampai, Adiyaksa kemudian mengutarakan maksud dan niatnya kepada sang pemuda. Mendengar cerita Adiyaksa, dengan mantap Arya Jabat memenuhi permintaan sang Sultan. Pagi harinya mereka berangkat menghadap Sultan Trenggono di Demak.

Dua hari kemudian sampailah kedua orang itu di Kerajaan Demak. Setelah membersihkan diri dan beristirahat sejenak, Adiyaksa mengajak Arya Jabat menghadap Sultan Trenggono. Sultan Trengg ono sangat bersuka cita menerima kehadiran Arja Jabat dan Adiyaksa. “Wahai pemuda yang gagah berani, apa benar kamu yang bernama Arya Jabat?” tanya Sultan. “Ampun, Sultan, benar hamba adalah Arya Jabat. Apa yang dapat hamba lakukan untuk Sultan dan Kerajaan Demak?” jawab Arya Jabat.

“Arya Jabat, Kerajaan Demak baru dilanda musibah. Keris Tirta Mukti telah raib dari tempatnya. Saya tidak tahu siapa pencurinya dan di mana keberadaan benda pusaka itu sekarang. Setelah aku melakukan tapabrata, aku mendapatkan petunjuk dari Sang Pencipta bahwa hanya kamu yang akan dapat menemukan benda pusaka keris Tirta Muti. Setelah aku mencari keberadaanmu dan mencari informasi tentang kamu, aku dengar kesaktianmu cukup tinggi. Oleh karena itu, aku ingin kaumencarikan keris Tirta Mukti untukku. Jika kau berhasil, sebagai hadiah atas keberhasilan yang kamu raih, ambillah tahta Kadipaten Ambarawa sebagai hadiah dari Demak,” jawab Sultan dengan tersenyum. Sultan sangat yakin kali ini keris itu akan segera ditemukan.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait