Para dedemit itu juga lari ke gunung-gunung seperti Gunung Merapi, Gunung Kemukus, dan Gunung Srandil di Adipala Cilacap Jawa Tengah.
Srandil Adipala Gunung Angker tempat Bersemedi dan Memburu Kekayaan
Ada kemungkinan larinya anak buah Sabda Palon ke Gunung Srandil Adipala itu ada kaitannya dengan mitos yang beredar.
Gunung Srandil selain angker juga kerap dikunjungi banyak peziarah, peziarah-peziarah itu ada yang melakukan ritual bertapa juga ada yang mencari kekayaan.
Kekayaan itu di dapat melalui proses ritual pemujaan pada dedemit yang sering disebut pesugihan. Mereka melakukan itu dan terikat dengan jin penunggu Srandil.
Ada juga yang lari ke lautan seperti Laut Pantai Selatan yang membentang dari Banten, Sukabumi, Yogyakarta, hingga Banyuwangi.
Pada akhirnya Raja Jin yang bernama Sabda Palon kemudian ke luar dan menemui Syaikh Subakir menanyakan perihal penancapan Batu Aji Kalacakra dan juga Tombak Sakti Kiai Panjang.
Setelah dinyatakan perihal maksud Syaikh Subakir menanam itu yakni guna menyebarkan islam di tanah jawa dan mengusir para dedemit yang mengganggu dakwah para ulama islam. Rupanya Sabda Palon tak terima, sehingga terjadilah pertempuran.
Konon pertempuran itu terjadi selama 40 Hari 40 Malam. Atas kesaktian yang dimiliki Syaikh Subakir pada akhirnya raja jin itu merasa kuwalahan dan menawarkan perundingan.
Disadur dari berbagai sumber, bahwa perundingan itu, berisi persyaratan yang harus dipenuhi.
Sabda Palon mensyaratkan beberapa poin dalam upaya penyebaran Islam di tanah Jawa.
Isi kesepakatan antara lain, Sabda Palon memberi kesempatan kepada Syekh Subakir beserta para ulama untuk menyebarkan Islam di Tanah Jawa, tetapi tidak boleh dengan cara memaksa.
Kemudian Sabda Palon juga memberi kesempatan kepada orang Islam untuk berkuasa di tanah Jawa, namun dengan beberapa catatan.
Para Raja Islam itu silahkan berkuasa, namun jangan sampai meninggalkan adat istiadat dan budaya yang ada. Silakan kembangkan ajaran Islam sesuai dengan kitab yang diakuinya, tetapi biarlah adat dan budaya berkembang sedemikian rupa.
Syarat-syarat itu pun akhirnya disetujui Syekh Subakir.
Tampilkan Semua

