Dalam tempo yang relatif singkat, arus gelombang Muhammadiyah telah menyebar ke seluruh Sumatra Barat, dan dari daerah inilah kemudian Muhammadiyah bergerak ke seluruh Sumatra, Sulawesi, dan Kalimantan. Pada tahun 1938, Muhammadiyah telah tersebar ke seluruh Indonesia.
Merunut kepada silsilah beliau, melalui Sunan Giri (Raden Ainul Yaqin) KH Hasyim Asy’ari dan KH Ahmad Dahlan memiliki garis keturunan yang sama sampai dengan Rasulullah dengan urutan lanjutan sebagai berikut:
KH Hasyim Asy’ari
Maulana Iskhaq
Sunan Giri (Raden Ainul Yaqin)
Abdurrohman / Jaka Tingkir (Sultan Pajang)
Abdul Halim (Pangeran Benawa)
Abdurrohman (Pangeran Samhud Bagda)
Abdul Halim
Abdul Wahid
Abu Sarwan
KH. Asy’ari (Jombang)
KH. Hasyim Asy’ari (Jombang)
Silsilah KH. Ahmad Dahlan
Maulana Iskhaq
Sunan Giri I (Prabu Satmata), salah seorang anggota wali songo
Sunan Giri II (Sunan Dalem)
Pangeran Kedhanyang (Ki Ageng Gribig I
Ki Ageng Gribig II
Ki Ageng Gribig III
Ki Ageng Gribig IV
Demang Jurang Juru Sapisan
Demang Jurang Juru Kapindo
Kyai Ilyas
Kyai Murtadha
Kyai Muhammad Sulaiman
Kyai Abu Bakar
KH Ahmad Dahlan
Adapun Persamaan dan Perbedaan antara kedua Pendiri Organisasi NU dan Muhammadiyah
Persamaan
1. Masih satu nasab yang sama berujung pada Sunan Giri
2. Masih satu sanad keilmuan baik dalam belajar ilmu agama ataupun ilmu ilmu yang lainya dan tentu saja pada amaliah masing masing Pendiri Organisasi baik NU dan Muhammadiyah.
Perbedaan
NU pada awalnya lebih menekankan pendidikan non formal atau pesantren untuk formal kurang penekanan
Muhammadiyah lebih menekankan pendidikan formal dengan mendirikan sekolah sekolah dan lainnya untuk pesantren kurang ditekankan.
Namun dalam hal organisasi Muhammadiyah dengan NU lebih dulu Muhammadiyah 1912 mendapat legalitas organisasi, sedang NU ada di belakang Muhammadiyah karena organisasi NU harus melalui proses hingga nama organisasi NU mendapat legalitas.
Wallahu’allambishowab..
Tampilkan Semua
