“Kalau lansia itu terus aktif, maka proses penuaan bisa diperlambat, seperti gangguan fisik, kognitif dan lainnya,” katanya.
Ia menambahkan bahwa lansia memang diharapkan menjadi pribadi yang sehat, aktif dan produktif sehingga tidak menjadi beban bagi keluarganya.
“Lansia itu bukan beban, tetapi justru aset, karena pengalaman dan kearifannya sehingga bisa menjadi SDM yang baik sesuai kemampuannya,” katanya.
Dengan demikian, kata dia, seluruh pihak terkait perlu memperhatikan pembangunan manusia secara utuh dengan pendekatan siklus hidup agar menghasilkan generasi yang lebih baik.
“Untuk lansia tentu diupayakan mereka untuk tetap aktif dan mandiri agar bisa memetik bonus demografi tahap kedua. Lansia yang bermasalah perlu dilakukan pendampingan dan perawatan secara benar dan baik oleh pemerintah daerah ataupun keluarganya,” katanya.
Siklus hidup yang dimaksud itulah, kata dia, yang mempengaruhi kondisi lansia di masa tuanya karena perilaku kesehatan pada saat masa kecilnya.
Kisah Mbah Kasnadi hanya sekelumit contoh penuaan yang sukses (succesfull ageing, red) bahwa lansia dapat tetap sehat dan produktif dengan didukung kesehatan psikologis yang baik.
Kesejahteraan psikologis, salah satunya bisa didapatkan dengan menjalani hidup penuh keikhlasan dan rasa syukur.
Karena menjadi tua itu pasti, namun menghabiskan masa tua dengan damai adalah suatu pilihan, yang tentunya dapat terus diupayakan.
Tampilkan Semua

