Dakwah Perlu Disampaikan Dengan Kasih Sayang

ilustrasi dakwah
ilustrasi dakwah

Karena Rasululullah SAW pernah bersabda, “Sesungguhnya ulama itu pewaris nabi, sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, melainkan mewariskan ilmu. Karena itu siapa saja yang mengambilnya, ia telah mengambil bagian yang besar (HR Abu Dawud, Tirmidzi, Ahmad Al Hakim, Al Baihaqi dan Ibnu Hibban).

Mereka punya peran penting dalam membumikan nilai-nilai agung syariat yang dibawa oleh Rasulullah SAW, sebagai penyambung lidah Rasulullah SAW melalui ulama kepada umat. Karena itu perlu persiapan bekal ilmu dan ittiba’ (mengikuti) ulama amillin.

Berkaitan dengan pentingnya peran dai’ dan mubaligh terutama dalam konteks keindonesiaan, di damping peran ulama dan mubaligh dalam memberikan ceramah-ceramah dengan bidang ilmu dan ittiba’ para ulama.

Karena itu perlu bekal ilmu bagi para dai dan mubaligh, sebagai ulama tidak saja membawa panji-panji agama namun juga punya tugas sebagai individu sebagai jalan ibadah meraih keridhoan Allah SWT.

Karena itu adab, mempunyai peran penting disamping ilmu sebagai contoh dan karakter orang berilmu. Adab orang berilmu dapat dijadikan sebagai pegangan bagi mereka yang memilih dan menjadikan jalan dakwah sebagai pilihan hidup.
Kita lebih butuh sedikit adab dari pada banyak ilmu.

Barang siapa meremehkan adab, niscaya dihukum tidak memiliki sunnah. Barang siapa meremehkan sunnah, niscaya dihukum tidak mengerjakan hal-hal wajib, dan barang siapa meremehkan hal-hal wajib niscaya dihukum dengan tidak memiliki ma’rifah.

Mengenai adabnya orang alim!

Pertama, inshaf, menyadari kebenaran dan keadilan.

Kedua, mengatakan tidak tahu dan wallahu a’lam (Allah lebih mengetahui) apabila ditanya ihwal sesuatu yang tidak diketahuinya sebagaimana firman Allah SWT, “Katakanlah (wahai Muhammad), Aku tidak meminta upah sedikitpun kepadamu dab aku bukanlah termasuk orang-orang yang mengada-adakan .” (QS Shaad: 86).

Ketiga, berhati-hati memberikan fatwa.

Keempat, memandang rendah dunia! Al Ghazali menyebutkan,”Seorang alim yang menjadi budak dunia keadaannya lebih buruk dan adzabnya lebih keras dibandingkan dengan orang yang jahil.

Kelima, adab seorang alim atau ulama adalah bersikap tawadhu kepada Allah baik dalam keadaan sendiri maupun di tengah orang banyak.

Keenam, meninggalkan perdebatan. Ketujuh, tidak bergaul dengan penguasa atau aparat kekuasaan.Kedelapan, seorang alim itu bersikap lemah lembut kepada para penuntut ilmu.

Rasulullah SAW sendiri telah mengingatkan ahli ilmu atau orang-orang alim dalam sabdanya, “Sesungguhnya manusia mengikuti kalian dan sesungguhnya orang-orang dari berbagai tempat akan mendatangi kalian untuk mendalami agama. Maka apabila mereka mendatangi kalian, berikanlah wasiat kepada mereka untuk berbuat kebaikan.” (HR At Tirmidzi dari Abu Harun Al Abd dan Abu Sa’id Al Hudri).

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait