Setelah mencari informasi ke sana ke mari, akhirnya Loid mendapatkan informasi sebuah tempat panti asuhan dari sahabatnya yang bernama Franky.
Kemudian Loid menuju ke tempat panti asuhan tersebut dan dipersilahkan masuk untuk memilih anak yang akan diadopsi.
Dari sekian anak yang ada, Loid tampaknya ingin seorang anak yang bisa baca tulis, kemudian dia diperkenalkan dengan sosok gadis cilik yang imut nan manis bernama Anya.
Anya pun berdiri. Akan tetapi setelah melihat tingginya, Loid berkata dalam hati dan mengira-ngira bahwa Anya berumur di bawah 5 tahun, sedang Akademi Eden menyaratkan usia 6 tahun untuk mendaftar.
Anya yang memiliki kelebihan sebagai Anak yang dapat membaca pikiran orang lain pun mengetahui apa yang dipikirkan Loid, sehingga Anya berkata 6, maksudnya usianya enam tahun.
Namun sebenarnya terkait umur, mungkin saja dugaan Loid bahwa Anya berusia sekitar 4 – 5 tahun benar. Tapi Anya sengaja berkata 6 tahun agar ia dapat diadopsi dan mendapatkan kehidupan yang layak, dan mendapat pendidikan formal.
Gadis berambut merah jambu ini kemudian menunjukkan sebuah koran yang terdapat teka-teki silang dan menyelesaikannya dengan cepat yang membuat Loid yakin bahwa anak ini dapat lulus saat pendaftaran dan diterima di Akademi ter-elit se Ostania.
Sehingga Loid kemudian memutuskan untuk mengadopsinya dan membawanya ke sebuah asrama yang menjadi rumah keluarga Loid.
Uniknya Panti Asuhan tersebut tidak memberikan surat-surat dan meminta tebusan uang, justru Pemilik panti Asuhan meminta Loid untuk segera membawa Anya.
Bagi pemilik panti asuhan tersebut, Anya adalah gadis cilik yang menakutkan, mungkin karena Anya memiliki kekuatan Esper atau dapat membaca pikiran orang lain.
Tak hanya itu, Anya diketahui telah dua kali berada di Panti Asuhan dan 4 kali Diadopsi.
Kemungkinan para pengadopsinya takut kepada Anya karena Anya dapat membaca pikiran orang tua angkatnya. Selain itu bisa jadi Anya yang masih sangat belia saat itu tidak bisa menahan untuk tidak berbicara sesuai apa yang dipikirkan Orang tua angkatnya sehingga mereka takut.
Bahkan di panti asuhan, Anya juga ditempatkan di ruangan khusus tidak bermain dengan yang lainnya dan selalu sendirian yang kemungkinan dikucilkan oleh anak-anak di panti asuhan karena kekuatan Esper Anya itu.
Setelah ditunjukkan Rumah, Anya sangat senang dan langsung ingin menonton tv, Adapun tayangan favoritnya adalah Anime mata-mata.
Tampilkan Semua
