Asal Usul Dusun Mertangga Jetis Nusawungu Cilacap

by
Indonesia

“Ampun, Baginda Raja. Maksud kedatangan hamba ke sini adalah ingin memohon restu Paduka. Hamba hendak mendirikan sebuah kadipaten di wilayah Ayah”, pinta Suryonegoro dengan sembah hormat kepada raja Mataram.
Sang Raja yang memang sudah mengetahui maksud kedatangan Suryonegoro hanya membalas dengan senyuman khas berkharisma. Akhirnya, setelah diam beberapa saat beliau pun menjawab dengan suara yang sangat berwibawa.

“Baiklah, Suryonegoro. Aku izinian engkau untuk membangun Kadipaten Ayah,” jawab sang raja.
Kemudian, atas izin yang telah diberikan sang raja, akhirnya Ayah menjadi sebuah kadipaten yang dipimpin oleh Suryonegoro. Setelah menjadi adipati, Suryonegoro selalu menjalankan pemerintahan dengan baik. Setiap tiga puluh enam hari sekali di Kerajaan Mataram diadakan acara pisowanan agung. Suryonegoro pun selalu hadir dalam acara tersebut.

Namun, suatu ketika sudah beberapa kali acara pisowanan Adipati Suryonegoro tidak dapat hadir di Kerajaan Mataram. Entah berapa kali ia hanya mengutus adiknya, yakni Cokronegoro, untuk mewakili dirinya mengikuti acara pisowanan tersebut. Hal tersebut membuat sang raja menjadi sangat khawatir.

Raja bertanya kepada Cokronegoro.
“Mengapa sudah beberapa kali pisowanan Adipati Ayah tidak hadir di Kerajaan?” tanya sang raja.
Cokronegoro tidak mengemukakan alasan yang jelas akan ketidakhadiran sang kakak. Jawaban Cokronegoro ini semakin membuat sang raja menjadi khawatir.

“Sudahlah, pulanglah kau, Cokronegoro. Sampaikan pada kakakmu untuk menghadapku segera!”, perintah sang raja menyilakan Cokronegoro kembali ke Kadipaten Ayah.
Sesampainya di kadipaten, Cokronegoro menyampaikan pesan sang raja kepada Adipati Suryonegoro. Namun, sang adipati menjawab di luar dugaan Cokronegoro.
“Adi Cokronegoro, sampaikan saja kepada raja aku tidak akan pernah datang lagi ke Kerajaan”, ketusnya.

Cokronegoro terkesiap mendengar jawaban sang kakak. Ia menjadi sangat gundah dan resah, mengapa tiba-tiba sang kakak tidak mau lagi datang ke Kerajaan. Padahal ia sangat tahu kakaknya adalah sosok adipati yang sangat rajin, patuh, dan bertanggung jawab terhadap jabatan yang dipangkunya itu.

Komentar