“Benar, Ayahanda, kita jangan berputus asa, masih ada harapan untuk kesembuhan ibunda, asalkan kita tetap berusaha dan selalu meminta petunjuk kepada Sang Hyang Widi. Untuk itu, izinian hamba melakukan tapa brata guna mendapatkan petunjuk dari-Nya,” Lembu Andini mencoba untuk menguatkan hati ayahandanya.
Prabu Aji Kusuma dan Lembu Andini melakukan tapa brata, meminta petunjuk dari Sang Hyang Widi untuk kesembuhan sang permaisuri. Bahkan, seluruh rakyat Kerajaan Pasir Loka berdoa me- mohon kepada Sang Hyang Widi untuk kesembuhan permaisuri. Kabar sakitnya sang permaisuri Kerajaan Pasir Loka sampai di tanah seberang. Seorang tabib yang bernama Sokra sengaja datang ke Kerajaan Pasir Loka untuk memeriksa sang permaisuri.
Kisah Lembu Andini Gunung Jambu Wanareja
“Ampun… Beribu ampun, Paduka. Nama saya Sokra. Saya sengaja menghadap Paduka untuk meminta izin memeriksa permaisuri. Saya mendengar kabar bahwa sang Permaisuri sakit keras dan tak kunjung datang obat yang mampu menyembuhkannya.”
Sang Raja menyambut Sokra dengan sukacita. Sokra diizinian untuk memeriksa Permaisuri. “Sokra, aku terima niat baikmu ini. Patih antarkan Sokra ke kamar permaisuri, biarkan dia memeriksa permaisuri. Siapa tahu dialah jawaban atas doa-doaku selama ini.”
Setelah melakukan pemeriksaan terhadap permaisuri secara teliti, Sokra menghadap raja dan melaporkan hasil pemeriksaannya. Sokra mengatakan bahwa sakit yang diderita permaisuri bukanlah penyakit biasa. Tidak akan pernah ada obat yang mampu menyembuhkannya kecuali air yang disediakan oleh alam, yaitu air abadi yang terletak di tepi Sungai Citanduy arah ke sebelah timur Jawa Barat.
Untuk mendapatkan air tersebut bukanlah hal mudah, mengingat air itu dijaga oleh jin yang memiliki kesaktian luar biasa. Sebelum sampai ke tempat itu, seseorang yang ingin mengambil air abadi juga harus melewati tempat-tempat yang tidak semua orang diizinian lewat, kecuali jika orang tersebut mampu mengalahkan jin penunggu tempat tersebut.
Mendengar penjelasan Sokra, wajah sang Raja kembali berseri. Terbesit sebuah harapan untuk kesembuhan istri tercinta. Namun, persoalannya adalah siapa yang akan diutus ke sana untuk mengambil air abadi. Siapakah di antara perwira dan panglima perangnya yang memiliki kesaktian untuk menghadapi kesaktian jin-jin yang diutarakan oleh Sokra, terutama Jin penunggu Air Abadi.
Tanpa menunggu waktu lama, Raja mengumpulkan seluruh perwira dan panglima perangnya. Raja menceritakan tentang air suci yang mampu menyembuhkan permaisuri dari sakitnya selama ini. Raja juga menceritakan tentang jin-jin yang harus dihadapi untuk sampai di tepian Sungai Citanduy. Kemudian, raja menawarkan kepada panglima perang dan perwira yang ada di kerajaannya. Sebelum ada yang menyanggupi titah raja tiba-tiba Lembu Andini menyatakan sanggup untuk mengemban titah raja.
Tampilkan Semua
