CILACAP.INFO – Alkisah, di Pulau Jawa, tepatnya di dalam wilayah kerajaan yang terletak di ujung timur telatah Galuh Pakuan atau Pajajaran, hiduplah seorang raja yang sangat arief dan bijaksana. Raja itu bernama Prabu Aji Kusuma. Ia mempunyai permasuri bernama Roro Ayu Pinasih dan putra mahkota bernama Lembu Andini.
Kerajaan yang dipimpinnya bernama Pasir Loka. Raja Aji Kusuma sangat dicintai oleh rakyatnya. Selain arif dan bijaksana, Raja itu memiliki paras yang tampan dan perilaku yang baik. Dia juga memiliki ilmu kanuragan yang tinggi. Dia dikenal sebagai raja yang bijak dan selalu berperilaku adil. Oleh karena itu, ia berhasil membawa negeri yang dipimpinnya menjadi negeri yang makmur gemah ripah loh jinawi.
Rakyatnya hidup dalam keadaan serba kecukupan. Kemiskinan tidak akan dijumpai di negeri ini. Sebuah negeri yang memikirkan kesejahteraan rakyat. Hasil kerja sang raja yang memiliki pemikiran bahwa kekuatan sebuah negeri salah satu pilarnya adalah kesejahteraan rakyatnya.
Legenda Gunung Jambu: Lembu Andini Mencari Air Abadi
Raja Aji Kusuma dapat dikatakan sebagai sosok yang sempurna sebagai seorang pemimpin. Ia akan turun tangan secara langsung jika ada salah satu rakyatnya memerlukan bantuan dalam memecahkan persoalan yang dihadapi. Ia juga dikenal sebagai raja yang derma- wan dan selalu akan mengulurkan tangan bagi siapa saja yang mem- butuhkan bantuannya.
Kebahagiaan selalu mewarnai kehidupan keluarga dan rakyatnya. Keadaan yang demikian tiba-tiba berubah menjadi duka bagi seluruh keluarga Kerajaan dan seluruh rakyat Pasir Loka. Permaisuri jatuh sakit. Kondisinya dari hari ke hari makin memburuk. Seluruh ahli pengobatan, baik yang berasal dari Pasir Loka maupun dari kerajaan tetangga, sudah diundang untuk mengobati sang permaisuri. Akan tetapi, semuanya tidak mengubah keadaan. Sang permaisuri tetap terbaring di tempat tidur dengan derita sakit yang tak kunjung sembuh.
“Aku harus bagaimana lagi, Patih? Semua tabib dan ahli peng- obatan sudah aku datangkan dari seluruh pelosok negeri untuk mengobati permaisuri, tapi apa hasilnya? Istriku tetap terbaring tak berdaya dengan sakit yang dideritanya,” ucap sang Raja kepada Patih.
“Ampun… Mohon seribu ampun, Paduka. Keadaan permisuri memang belum membaik, tapi kita harus tetap berusaha untuk me- nyembuhkannya. Segala cara harus kita lakukan untuk mecari jalan ke luar dari persoalan ini. Kita tidak boleh putus asa,” ujar sang patih.
Tampilkan Semua
