Kisah Lembu Andini di Gunung Jambu Wanareja Cilacap yang Konon Angker

ilustrasi lembu andini
ilustrasi lembu andini

“Waspadalah, Paman, dan jangan jauh-jauh dariku.” Suara tawa itu semakin menggelegar dan menyakitkan telinga. “Ha… ha… ha… ha… ha… siapa kalian cecunguk yang berani
memasuki wilayah Blaka Suta tanpa seizin Blaka Suta. Perkenalkan diri
kalian dan utarakan maksud kalian masuk ke wilayah kekuasaanku.”

“Perkenalkan, saya Lembu Andini dan kedua orang ini adalah cantrikku. Saya dari Pasir Loka hendak ke Sungai Citanduy mengambil air abadi.”
“Huaha… ha… ha… ha… Lembu Andini dari Pasir Loka, putra Raja Aji Kusuma? Berani sekali kamu hendak mengambil air abadi. Aku sarankan, kembali saja kamu, Lembu Andini, ke Pasir Loka karena tidak ada seorang pun yang aku izinian melewati wilayah kekuasaanku ini, kecuali jika dia sudah bosan hidup. Hahahaha… hahaha. ”

“Saya tidak mau menabur permusuhan dengan kamu, Blaka Suta. Oleh karena itu, izinian saya lewat. Apa pun risikonya, saya siap menghadapinya. Demi baktiku kepada orang tuaku, aku siap ke- hilangan nyawaku.”

“Hahahaha… hahaha.Sudah siap untuk mati rupanya?”

Legenda Gunung Jambu: Lembu Andini Mencari Air Abadi

Setelah Blaka Suta berkata seperti itu, tiba-tiba muncul gulungan asap hitam pekat yang sangat tebal. Asap itu makin lama makin menipis dan muncullah sosok jin raksasa yang sangat menakutkan. Tangan kanan raksasa itu memegang gada berduri yang sangat mengerikan. Tangan kiri memegang tombak tak berujung.

Wajah jin raksasa itu sangat menyeramkan. Mata sebelah kiri berlubang, hanya hitam pekat yang tampak dari depan. Mata sebelah kanan menatap nanar ke arah Lembu Andini dan kedua cantriknya. Telinga raksasa itu besar meruncing ke atas. Tubuhnya dipenuhi bulu-bulu kasar berwarna hitam pekat. Hal yang paling mengerikan adalah kalung yang dipakai oleh jin raksasa itu. Kalung tersebut dibuat dari tengkorak manusia yang berhasil dibunuhnya.

Karena telatah itu adalah satu-satunya jalan yang harus dilewati untuk sampai di Sungai Cintanduy, pertempuran pun tidak dapat dihindari. Pertarungan itu berlangsung sangat sengit, banyak pohon yang tumbang akibat begitu dahsyatnya kekuatan kedua makhluk yang sedang bertempur. Lembu Andini dengan gesitnya melompat ke kanan, ke kiri, ke atas, dan sesekali ke bawah untuk mendapatkan peluang melancarkan serangan mautnya. Pukulan gada raksasa juga tidak kalah dahsyat.

Hembusan angin yang dimunculkan dari ayunan gada itu mampu menumbangkan beberapa pohon di sekitarnya. Tombak tak berujung menohok pada bagian-bagian tubuh Lembun Andini yang mematikan. Pertarungan itu berlangsung cukup lama, hingga suatu saat Lembu Andini memiliki kesempatan untuk me- lancarkan ajiannya ke bagian ulu hati sang Jin raksasa Blaka Sutha. Blaka Sutha meraung kesakitan.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait