Pada hari keenam, Lembu Andini didatangi perempuan-perempuan cantik. Perempuan- perempuan itu menggoda Lembu Andini dengan menebarkan aroma wewangian yang mampu mengganggu kaum laki-laki. Niatan tulus dan rasa bakti kepada orang tualah yang membuat Lembu Andini mampu melewati semua godaan dalam semadinya. Pada hari ketujuh, hari terakhir semadinya, Lembu Andini didatangi oleh seorang putri cantik bernama Dewi Roro Ambarwati. Dewi Roro Ambarwati bertanya pada Lembu Andini,
“Ki Sanak, aku perhatikan semadi kamu begitu sempurna bagi seorang manusia. Kamu telah berhasil mengalahkan seluruh nafsu yang ada dalam dirimu. Dari semua yang kamu lakukan pasti kamu memiliki tujuan. Apa maksud dan tujuan Ki Sanak ke sini?”
Lembu Andini menjawab, “Putri, saya Lembu Andini dari Pasir Loka. Kedatangan saya ke sini karena diutus oleh ayahanda Prabu Aji Kusumo dari Galuh Pakuan supaya mencari air abadi di daerah ini untuk mengobati bunda ratu yang sedang sakit. Rasa bakti kepada ibukulah yang membantuku mendapat restu dari Sang Hyang Widhi untuk dapat melalui semua halangan dan rintangan selama perjalananku menuju ke sini”
Legenda Gunung Jambu: Lembu Andini Mencari Air Abadi
Putri menjawab, ” Niatanmu sangat mulia, Lembu Andini. Selain memiliki paras yang tampan, hatimu juga bersih dan mulia. Saya mau menolong mencari air abadi itu, tetapi ada syarat yang harus kamu penuhi.”
“Apakah itu, sang Putri.”
“Kamu harus bersedia mengambil saya menjadi istri dan bersedia tinggal di gunung ini. Karena hanya itu satu-satunya pilihan yang terbaik untuk mendapat air abadi itu. Jika kamu menolak syarat ini, kamu tidak akan pernah dapat mendapatkan air abadi itu!”
“Baiklah, Putri. Jika memang itu yang harus aku lakukan, demi baktiku kepada ibuku, aku mau melakukannya. Namun, sebelumnya izinian aku untuk pulang terlebih dahulu mengantarkan air abadi ke ibuku. Setelah ibuku sembuh dan pulih seperti sediakala, aku akan memenuhi janjiku kepadamu.”
Setelah kedua makhluk yang berlainan alam ini bersepakat, putri mengajak Lembu Andini mengambil air abadi di suatu tempat bernama Cikoek, yaitu sebuah mata air yang tidak jauh dari Gunung Jambu tersebut. Setelah mendapatkan air abadi tersebut, Lembu Andini pulang ke Keraton Pasir Loka dan memberikan air itu pada sang bunda untuk diminum. Atas ridho Hyang Widhi ratu berangsur sembuh.
Dengan kesembuhan sang ratu seluruh Keraton Pasir Loka bersukacita, mereka mengadakan pesta pora selama tujuh hari tujuh malam. Keramaian itu diisi dengan berbagai pertunjukan. Setelah yakin kalau ibundanya telah pulih seperti sediakala, Lembu Andini menghadap ayahanda dan ibundanya dan menceritakan panjang lebar kisah pada saat mencari air abadi itu.
Tampilkan Semua
