Viral Baru-Baru ini, Kisah Lengkap Full Chapter Pengalaman Angker Mendaki Gunung Slamet Via Dukuh Liwung

foto saat pendakian gunung slamet via dukuh liwung
foto saat pendakian gunung slamet via dukuh liwung

“Pergi, saya ga takut! Jangan ganggu-ganggu!” Ucap Pak Sakri lagi, kini sedikit berteriak. Sikap Pak Sakri ini membuat saya sedikit panik, ada apa lagi ini?. Pak Sakri berbicara, dengan entah siapa. Apakah kami akan kembali diganggu oleh mereka yang tak terlihat? Entahlah saya tak ingin memikirkan nya. Ini bukan kali pertama kami diganggu makhluk ghaib di pendakian kali ini, namun tetap saja tidak lantas menjadikan kami berani menghadapi mereka.

Akhirnya kami memilih diam, tanpa banyak bertanya, berjalan sambil menundukkan kepala sepertinya hal yang tepat untuk kami lakukan. Jam 7 malam, kami tiba di Pos 2. Masih dengan sedikit bicara kami beristirahat sejenak, meneguk air minum dan memakan beberapa makanan ringan untuk mengganjal perut yang mulai keroncongan.

“Jangan liat ke belakang.” Ucap Panji tiba-tiba kepada saya dan Fahmi yang duduk tepat dihadapannya. “Kenapa Nji?” Bisik ku penasaran. “Kunti Na.” Jelasnya. Innalillahi lagi-lagi si Kunti, entah laki-laki atau perempuan, saya tidak mau mengetahuinya lebih dalam, cukup tau saja.

Sekilas, bayangan-bayangan gelap memang seperti memberi tanda bahwa mereka mengamati kami dari jarak yang cukup dekat. Saya mencoba menenggelamkan diri di bahu suami, agar tidak melihat mereka yang sedang kami bicarakan. Hutan ini benar-benar tidak menyajikan pemandangan lain, selain suasana mistis dan kegelapan.

Kini malam kian terasa mencekam. Dengan kembali terjadinya kejadian-kejadian aneh barusan, Pak Sakri yang berbicara sendiri, dan munculnya Kuntilanak di Pos 2 ini, kini kami sadar, perjalanan kami kedepan, sudah pasti tidak sendiri lagi. Ada mereka yang tidak terlihat akan mengawasi dan menemani kami di sepanjang perjalanan turun malam ini. Entah makhluk apa lagi yang akan kami hadapi di depan, kami hanya mampu berdoa dalam hati, agar Allah menjaga kami dari kemisteriusan malam ini..

Selamat di Gunung Slamet
(Angkernya jalur Dukuh Liwung)
PART 7 (END)

Kuntilanak itu sepertinya terus mengamati kami, namun seperti tidak ingin ambil pusing, kami tidak menghiraukannya. Biarlah selama makhluk itu diam saja, kami sepertinya tidak perlu khawatir. Kurang dari 10 menit kami berada di Pos ini. Pak Sakri meminta kami bergegas karena perjalanan masih jauh. Kembali menapaki jalur, masih dengan posisi yang sama, Asep, Usep Widi, Saya, Fahmi, Bang Epps dan Panji Serta Pak Sakri berada di posisi paling belakang. Tak berapa lama Pak Sakri lagi-lagi berbiacara sendiri, kali ini, saya melihat kepanikan diwajahnya. “Sana!, tuh ambil tuh, saya ga butuh!.” Ucap Pak Sakri seraya melemparkan sesuatu. Kini saya tidak ingin banyak bertanya, pura-pura tidak tahu seperti nya tindakan paling bijak saat ini.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait