Kisah Burung Kecruk Pertanda Musim Kemarau

by
Indonesia

CILACAP.INFO – Bulan Mei 2020, waktu menujukan pukul 03.00 WIB menjelang sahur, Waktu itu terdengar suara burung kecruk.

Nyanyiannya (cruk, cruk, cruk) seolah burung malam itu membawa suatu pertanda yang keramat.

Orang jawa tak heran dengan mitos satu ini, dan masih banyak yang meyakini hal tersebut. Bahwa nyanyian burung kecruk pertanda datangnya musim kemarau.

Kebenaran Datangnya Musim Kemarau

Kebenaran datangnya musim kemarau di pulau jawa tak terkecuali di Jawa Tengah, sebagian telah memasuki awal musim kemarau.

Berdasarkan penjelasan dari BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Rendi Krisnawan. April dan Mei adalah masa – masa awal musim kemarau di jawa tengah.

“Beberapa wilayah di Jateng bagian selatan diprakirakan telah memasuki awal musim kemarau pada dasarian (10 hari) ketiga bulan April dan dasarian pertama bulan Mei.” Katanya Selasa (5/5) dilansir Antaranews.com.

Diterangkan, hal itu Berdasarkan peta prakiraan deterministik curah hujan yang dikeluarkan BMKG Stasiun Klimatologi Semarang. Bahwa curah hujan pada bulan Mei cenderung menurun dari kategori menengah menuju rendah.

Menurut dia, wilayah Jateng selatan yang diprakirakan telah memasuki awal musim kemarau pada dasarian ketiga bulan April, antara lain pesisir selatan Kebumen sebelah timur dan pesisir selatan Purworejo.

Sementara wilayah Jateng selatan yang memasuki awal musim kemarau pada dasarian pertama bulan Mei, antara lain sebagian Kebumen sebelah timur dan Purworejo bagian tengah hingga timur laut.

“Khusus untuk Cilacap, Banyumas, Purbalingga, dan Banjarnegara diprakirakan memasuki awal musim kemarau pada dasarian ketiga bulan Mei hingga dasarian pertama bulan Juni.” Katanya.

Sementara untuk kondisi cuaca wilayah perairan, dia mengatakan gelombang tinggi masih berpotensi terjadi, baik di perairan selatan Jateng maupun Samudra Hindia selatan Jateng karena saat sekarang dipengaruhi oleh angin timuran, demikian Rendi Krisnawan.

Komentar