Sesampainya di Pos Blambangan aku istirahat disalah satu rumah penduduk, di situ aku dan temen-temen makan, dan menata peralatan mendaki biar rapi. Ada cerita lucu dan inilah mengapa aku mengalami kemistisan saat mendaki Gunung Slamet.
Kronologi lengkap !
Saat itu aku mau mandi dan tentunya saat dikamar mandi tak ada pakaian melekat ditubuhku. Aku tak lantas mandi tapi gosok gigi terlebih dahulu.
Ber…..Ber…..Ber…..
Airnya dingin banget dan sangking dinginnya aku mengurungkan niatku untuk mandi dan memakai bajuku kembali. Kembali dari kamar mandi ternyata temenku sudah pesen nasi goreng dan teh hanget. Ah baik banget temen-temenku itu. Terimakasih mas Ilham, Faun dan keponakanku Udin.
Habis maem kenyang deh dan segelas teh panas menghangatkan tubuhku. Mandi sebelum mendaki adalah hal yang aku lakukan disetiap mendaki gunung hal ini aku lakukan untuk menyesuaikan suhu tubuhku dengan lingkungan sekitar. Yaudah meski dingin akhirnya aku mandi deh. Cuma kata ^ DINGIN ^ yang saat itu terlintas dalam fikirku.
Pendakian dimulai, suasana yang indah dan temen-temen baru yang ramah. Pos 1 sampai 4 semua berjalan dengan lancar.
Baru selepas dari pos 4 lah cerita mistisku dimulai.
Saat itu sekitar jam 16.00 wib aku melalui pos 4 yang katanya angker dan tak boleh mendirikan tenda disitu. Bener kata-kata orang di pos memang angker dan ada 2 pohon berdiri berjajar yang katanya jalur menuju alam lain.
Hu…Hu…Hu…
Serem dan agak takut juga sih saat itu. Tapi biarlah masa bodoh yang penting aku gak aneh-aneh. Selepas melewati pos 4 sunguh aneh banget karena cuma ada aku dan keponaaku yang berjalan. Tadi sih rame tapi kenapa saat itu sepi banget. Aku dan keponaanku berjalan menyusuri jalur dengan langkah yang mulai melan karena kecapean.
Fikiranku tak tenang dan cuma takut saat itu, lantunan zikir aku ucapakan dalam hati agar aku tak dikuasai ketakutan yang luar biasa. Ada hal yang bikin aku takut yaitu selepas dari pos 4 aku diikuti sama burung jalak yang selalu berkicau dan matanya selalu terfokus kepadaku, aku seperti mangsa dari burung jalak itu.
Burung jalak itu jumlahnya cuma satu itulah yang membuatku tambah takut ditambah lagi burung jalak itu selalu berkicau dan terbang kesana kesini melihatku. Saat itu sinar matahari tak mampu menembus rapatnya pohon-pohon yang menjulang tinggi. Saat itu padahal baru jam 17.00 wib tapi sudah gelap.
Tampilkan Semua
