Kisah Syaikh Subakir dan Sabdo Palon

cilacap info featured
cilacap info featured

CILACAP.INFO – Siapakah Sabdo Palon hingga menjadi topik terpopuler di twitter dan Bahkan dikatakan bakal nagih janji. Cuitan terkait hal ini tengah ramai dan jadi perbincangan hangat di linimasa media sosial (medsos).

Sabdo Palon merupakan legenda yang telah diceritakan turun temurun dari sekian tahun lamanya dan cerita ini cukup dikenal oleh orang di tanah jawa. Bahkan dalam sejarahnya ada kisah tentang seorang Wali Allah yang pernah adu kesaktian dengannya, salah satunya adalah Syaikh Subakir.

Syaikh Subakir ketika hendak menyebarkan Islam ditanah jawa bukannya tanpa kendala, dalam beberapa kisah yang telah dibaca. Syaikh syubakir ketika ke indonesia (nusantara) kendala yang beliau hadapi bukan hanya manusia Bahkan bangsa jin atau lelembut.

Dilansir CILACAP.INFO, Ceritanya, dahulu kala datanglah seorang Waliyullah (Kekasih Allah), beliau Ulama Besar asal Persia. Beliau datang kejawa atas perintah Sultan Muhammad I. Sang Sultan kala itu, mendapat wangsit melalui mimpi untuk menyebarkan dakwah Islam ke tanah Jawa. Adapun mubalighnya diharuskan berjumlah sembilan orang. Jika ada yang pulang atau wafat, maka akan digantikan oleh ulama lain asal tetap berjumlah sembilan.

Syaikh Subakir yang ahli dalam bidang merukyah, ekologi, meteorologi dan geofisika adalah salah satu dari kesembilan wali periode pertama yang diperintah sang Sultan. Beliau diutus secara khusus untuk menangani terkait masalah-masalah yang berhubungan dengan hal ghaib dan spiritual.

Karena hal itu pula yang dinilai telah menjadi penghalang diterimanya Islam oleh masyarakat Jawa sebelum diutusnya Wali Songo Periode Pertama. Pasalnya Pulau Jawa kala itu dihuni oleh para lelembut dan jin yang bisa malik rupa, berubah wujud menjadi binatang buas dan menerkam manusia.

Tak hanya di daratan yang dahulu memang alas (hutan) yang kian lebat, lebatnya alas juga dikisahkan dalam babat tanah jawa. Tapi di lautannya atau aliran air, jin dan para dedemit tanah jawa juga bisa malik rupa. Mereka malik rupa dengan berupah wujud menjadi gulungan ombak besar yang menenggelamkan manusia.

Sehingga Syaikh Subakir sebelum menginjak di tanah jawa, terlebih dahulu mengambil sebuah batu hitam dari Arab yang telah diberi rajah. Batu tersebut kemudian dibawa kejawa dan di tempatkan di Puncak Gunung Tidar, Magelang, Jawa Tengah.

Mengapa Pemasangan Batu yang dinamakan Rajah Aji Kalacakra di Gunung Tidar

Sebab Gunung tersebut adalah titik pusat pakunya tanah jawa. Efeknya dari penempatan batu tersebut, para dedemit, setan, jin, iblis merasakan hawa panas sehingga Ada yang mati dan juga ada yang lari kocar-kacir.

Tampilkan Semua
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait

Exit mobile version