“Mengembara? Apa yang akan kau dapatkan dari mengembara?” tanya ayahnya.
“Saya bisa mendapat ilmu, Rama.
Setidaknya saya belajar hidup mandiri. Dengan pengalaman hidup di luar istana, saya berkeinginan menjadi orang yang berguna bagi banyak orang. Tidak hanya bergantung kepada apa yang telah diberikan Rama. Tolong, izinian saya pergi Rama,” Bajang Laut memohon agar keinginannya dikabulkan oleh ayahandanya.
Bajang Laut yang tumbuh menjadi pemuda tampan dan gagah meminta izin kepada ayahandanya untuk mengembara.
“Apakah kautahu hidup di luar sana sangat sulit. Akan ada banyak rintangan yang kauhadapi. Selama ini hidupmu selalu dilayani, sedangkan di luar kauharus melakukan semuanya sendiri. Apa kamu sanggup?”
“Itulah sebabnya, Rama. Hamba ingin belajar tentang hidup dan kehidupan. Saya ingin mencari pengalaman hidup mandiri. di luar sana adalah tempat yang tepat. Dengan hidup sendiri saya akan banyak belajar. Saya akan berusaha untuk mengatasinya.”
“Bagus sekali keinginanmu itu, anakku. Jadi, sudah kaupikirkan masak-masak keputusanmu ini?”
“Ya, Rama.”
“Kalau memang itu sudah keputusan yang engkau ambil, Rama akan mengabulkannya. Rama hanya dapat memberikan nasihat karena sebelum ini engkau belum pernah ke luar dari desa ini. Rama minta engkau menjaga diri dan jangan sampai membuat malu keluarga ini!” nasihat ayahnya.
“Pergilah, anakku! Berhati-hatilah karena ada banyak rintangan yang akan kau hadapi di luar sana!” pesan ayahandanya sambil memberikan restunya.
Ayahandanya, Bajang Laut menghadap ibun- danya yang sedang berada di Tamansari. Ia ingin mengabarkan rencananya itu sekaligus meminta izin kepada ibundanya. Mendengar permintaan anaknya, ibundanya menangis dan terus membujuknya untuk membatalkan rencana itu. Ia khawatir terjadi apa-apa pada anak semata wayangnya.
Namun, rencana Bajang Laut sudah bulat. Ia kukuh dalam pendiriannya. Ia yakin kepergiannya itu akan membawa manfaat, yaitu menambah ilmu dan pengalaman hidup. Dengan berat hati sang ibunda akhirnya merelakan Bajang Laut pergi mengembara.
Persiapan pun dilakukan. Semua perlengkapan yang diperlukan selama perjalanan disediakan. Namun, Bajang Laut hanya memilih yang sekiranya sangat diperlukan dan mudah dibawanya mengembara agar tidak terlalu membebaninya.
Tibalah saatnya Bajang Laut untuk meninggalkan rumah. Ia memohon restu kepada kedua orang tuanya. Ia pergi mengikuti arah angin dan langkah kakinya. di awal perjalanan Bajang Laut merasa lancar dan belum bertemu dengan banyak rintangan.
Di tengah pengembaraannya, Bajang Laut bertemu dengan dua orang kakak beradik pengembara sakti.
Tampilkan Semua

