Kisah Kekeramatan Syaikh as-Sayyid Mahfudz Somalangu Kebumen

ziarah ke makam Syaikh Sayyid Mahfudzcdi Gunung Selok Adipala
ziarah ke makam Syaikh Sayyid Mahfudzcdi Gunung Selok Adipala (Foto: Facebook/Imam Baehaqi)

Di tengah kesadaran orang–orang yang semula mengelilingi dan berada dekat dengan beliau, tiba–tiba mereka masih dikejutkan lagi ingatannya dengan melihat jumlah orang yang bersama menjadi tinggal sedikit.

“Kira–kira hanya tinggal 20-an orang dari semula ada sekitar 50-an”. Begitu ungkap H. Ridho, salah seorang saksi hidup pada peristiwa itu. H. Ridho ini tinggal di Desa Wanayasa, Banjarsari, Jawa Barat.

Beliau di AOI lebih dikenal dengan nama Pardi dan bertugas memegang senjata berat jenis Karaben hasil rampasan dari tentara Belanda.

Kyai Lukman bin Ibrahim menghilang, padahal santri yang memegang jas beliau masih berada di tempatnya dengan baju jas yang masih dipegangi. Satu kompi pengawal khusus yang dipimpin oleh Danpi Abdur Rasyid (terkenal dengan nama samarannya Wagiman) juga tidak ada.

Subhanallah. Ini adalah kejadian luar biasa yang sulit dicerna oleh akal manusia. Tapi itulah kenyataan yang terjadi. Jejak–jejak mereka masih berada di tempat semula. Tiada tanda–tanda yang mengarah mereka menjadi syuhada di tempat tersebut.

Berita tentang kejadian ini pada tahun 1950-an menyebar luas keberbagai tempat. Mungkin karena inilah maka para kyai dan santri banyak yang berkeyakinan as-Syaikh as-Sayyid Mahfudz al-Jailani al-Hasani masih hidup.

Demikian pula Kyai Lukman bin Ibrahim, Lirap serta satu satuan kompi yang dipimpin oleh Abdur Rasyid. Karena apa yang diperbuat Allah Subhanahu wa ta’ala terhadap para kekasih-Nya adalah tidak ada sesuatu yang tidak mungkin.

Beberapa tahun sesudah tahun 50-an itu, khabar masih hidupnya as-Syaikh as-Sayyid Mahfudz al-Jailani al-Hasani sempat membuat “gerah” mabes APRIS.

Mereka meminta izin pada keluarga untuk membongkar makam as-Syaikh as-Sayyid Mahfudz al-Jailani al-Hasani dengan tujuan yang untuk meyakinkan benar atau tidaknya jika Syaikh as-Sayyid Mahfudz al-Jailani al-Hasani telah syahid. Karena peristiwa kesyahidan beliau tidak diketahui oleh kalangan pasukan APRIS.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait