Kisah Asal Mula Sungai Serayu

desa kesugihan kidul terdapat sungai serayu
desa kesugihan kidul terdapat sungai serayu

“Bakasura bukanlah raksasa sembarangan, Anak Muda! Ia me-miliki kesaktian yang luar biasa. Ia memagari desa ini dengan ke-kuatannya. Siapa saja yang berani melanggar batas gaib yang ia pa-sang akan mati secara mengenaskan. Kami tidak punya pilihan, Anak Muda!” terang lelaki tua itu dengan terbata-bata menahan isak yang mulai menjalar.

“Istri dan kedua anakku sudah menjadi korban pagar gaib itu. Mereka terbakar dan terlilit ular api. Entah, bagaimana nasib kami yang tersisa di sini?” tangis sang lelaki mulai pecah mengingat ke-luarganya yang telah menjadi korban dari kemarahan Bakasura sang raksasa tamak.

“Aki, kami turut prihatin dengan kejadian yang menimpa ke-luargamu dan seluruh penduduk desa ini. Namun, aku yakin pasti ada cara untuk menghentikan kekejaman Bakasura, Ki. Kami mohon Aki tidak putus asa dengan pertolongan dari Sang Hyang Widi Wasa,” tukas Arjuna dengan tersenyum yang tersungging terlihat sangat tampan dan memesona.

Ketika sedang berbincang-bincang, tiba-tiba terdengar suara dentuman semacam langkah kaki besar yang mengguncangkan bumi. Sang lelaki tua spontan berteriak dan menghambur di bawah kolong dipan.

“Ayo Anak Muda, sembunyi. Itu Bakasura. Ia pasti akan memangsa kitaaa… Lekas sembunyiiii…,” teriak lelaki tua mencoba memperingati Pandawa akan kedatangan Bakasura, raksasa tamak yang sedang diceritakan tersebut.

Sesaat dentuman suara langkah kaki besar dan goncangan terhenti lalu terdengar suara serak yang menggelegar se-olah memecahkan gendang telinga manusia normal.

“Hahahahaha… Hai, penduduk Ekacakra, hari ini ada berapa gerobak makanan buatku?” tanya Bakasura dengan suara meng-gelegar dan suara tertawa yang memekakkan telinga. “Daging siapa lagi yang akan kalian persemBahkan kepadaku? hahahahaha…,” lan-jutnya sambil terus tertawa membahana.

Melihat kejadian itu para Pandawa menjadi geram. Mereka ke luar dari gubuk sang lelaki tua dan menghadapi sang raksasa yang tampak sangat lapar. Bima segera maju turun tangan menghadapi hal tersebut.

Dengan suara lantang ia menantang sang raksasa yang tamak itu. “Hai, Bakasura, hari ini ada segerobak makanan buatmu. Ma-kanlah dagingku sebagai santapanmu!” tentang Bima tanpa sedikit pun merasa jeri.

Puntadewa dan saudara-saudara Bima yang lain tersentak kaget mendengar tantangan Bima kepada Bakasura itu. Namun, mereka tetap yakin Bima akan mampu mengalahkan raksasa tersebut.

“Oohh, siapa kau?” bentak raksasa yang ternyata bermuka bu-ruk itu.” Beruntung sekali aku hari ini. Makanan begitu banyak dan daging sebesar kamu, hahahaha,” tukasnya dengan tawa lebar mem-bahana.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait