Jejak Langkah 2 Ulama Pembangun Bangsa

by
Indonesia

Nahdlatul Ulama didirikan pada 31 Januari 1926 M atau bertepatan dengan 16 Rajab 1344 H, pada awal berdiri, Hadratussyekh KH Hasyim Asyari menjabat sebagai Rais Akbar dan H Hasan Gipo sebagai Ketua Tanfidziyah.

Dan Muhammadiyah lahir lebih dahulu dari NU, yaitu 18 November 1912 M atau bertepatan dengan 8 Dzulhijjah 1330 H. Muhammadiyah didirikan KH Ahmad Dahlan.

Namun jika kita tilik lagi dalam sejarah berdirinya kedua ormas ini

Awal sebelumnya KH Wahab Chasbullah dan para Kyai pesantren telah mendirikan organisasi pergerakan :

1, Taswirul Afkar ( kawah candradimuka pemikiran) atau Nahdlatul Fikr tahun 1914

2, Nahdlatul Wathon atau Kebangkitan Tanah Air pada 1916

3, Nahdlatut Tujjar ( Kebangkitan Saudagar ) tahun 1918.

Namun hal yang paling mendasar pada pembentukan organisasi NU sendiri berangkat dari adanya Komite Hijaz yang dibentuk oleh Kyai Wahab Chasbullah untuk menggagalkan pembongkaran makam Rosulullah SAW di Makkah.

Pembentukan Komite Hijaz yang akan dikirim ke Muktamar Dunia Islam, hal ini telah mendapat restu KH Hasyim Asy’ari.
Maka pada 31 Januari 1926, Komite Hijaz mengundang ulama terkemuka untuk mengadakan pembicaraan mengenai utusan yang akan dikirim ke Muktamar di Mekkah, para ulama dipimpin KH Hasyim Asy’ari datang ke Kertopaten, Surabaya dan sepakat menunjuk KH Raden Asnawi Kudus sebagai delegasi Komite Hijaz, namun setelah KH Raden Asnawi terpilih, timbul pertanyaan siapa atau institusi apa yang berhak mengirim Kiai Asnawi?

Maka lahirlah Jam’iyah Nahdlatul Ulama (nama ini atas usul KH Mas Alwi bin Abdul Aziz) pada 16 Rajab 1344 H yang bertepatan dengan 31 Januari 1926 M.

Dengan kata lain, NU adalah lanjutan dari komunitas dan organisasi-organisasi yang telah berdiri sebelumnya, namun dengan cakupan dan segmen yang lebih luas.

Komentar