Viral Baru-Baru ini, Kisah Lengkap Full Chapter Pengalaman Angker Mendaki Gunung Slamet Via Dukuh Liwung

by
Indonesia

CILACAP.INFO – Warga di Banyumas, Purbalingga, Tegal, Brebes dan Pemalang pasti mengenal Gunung Slamet, ya meskipun ada yang memang belum pernah muncak ke gunung tersebut.

Diketahui bahwa, gunung satu ini adalah gunung tertinggi di Jawa Tengah yang memiliki ketinggian 3428 mdpl (meter di atas permukaan laut) dan salah satu gunung yang statusnya masih aktif.

Gunung ini jika cuaca dalam kondisi cerah, bisa terlihat dari ujung paling barat Cilacap, yakni dari Dayeuhluhur.

Banyak cerita rakyat melegenda tentang gunung satu ini, dan juga dikenal gunung yang angker.

Beberapa pengalaman pendaki yang pernah mendaki gunung ini pun pernah membagikan pengalaman seramnya, seperti yang kami jumpai di Forum Kaskus.

Namun baru-baru ini, kami juga menjumpai artikel yang tengah viral di lini masa media sosial dan juga ada di Web / Blog, terkait cerita pengalaman pendakian Gunung Slamet.

Dalam hal ini, Cilacap.info mengambil sebuah cerita yang lebih dulu ada dan banyak diperbincangkan.

Dalam hal ini, Cilacap.info melalui story.cilacap.info mengambil kisah dari Facebook yang diunggah oleh Fanpage “Echdemomania Adventure” juga lengkap dengan Part dan Authornya sebagai bentuk penghargaan akan karya tulis dan Hak Cipta.

Selamat di Gunung Slamet
(Angkernya jalur Dukuh Liwung)
PART 1

Saya Nina, ini kisah kami, saya dan beberapa rekan yang kebetulan dulunya adalah teman satu kantor, kecuali Asep. Kisah ini di awali ketika kami berencana menghabiskan libur akhir tahun, untuk sejenak melepas kejenuhan dari rutinitas pekerjaan yang mulai membuat kami bosan, terutama menghadapi kemacetan Ibu kota.

Waktu itu Desember 2015, tiba lah hari dimana kami memutuskan untuk mendaki gunung Slamet yang merupakan gunung tertinggi di Jawa Tengah. Rencana awal kami akan naik melalui pintu masuk pemandian air panas Gucci, tapi entah kenapa, pagi itu, ketika kami sampai, mobil elf yang kami tumpangi diminta untuk berputar arah, yang kami sendiri tidak tahu diarahkan kemana.

Komentar