Kisah Pulau Nusakambangan Cilacap

cilacap info featured
cilacap info featured

Alkisah, sang Resi meninggalkan Kerajaan Kediri dengan perasaan sedih, benci, dan dendam kepada Prabu Aji Pramosa. Ia mengembara ke arah pantai selatan Pulau Jawa. Dengan menembus semak belukar, naik-turun gunung, dan tanpa mengenal lelah, akhirnya Resi Kano sampai di pantai selatan Pulau Jawa. Ia terus menyusuri pantai ke arah barat. Sampai di dekat Cilacap, Resi Kano memilih tempat yang sunyi dan sulit dijangkau manusia. Resi Kano kemudian bertapa di tempat itu. Ia mohon keadilan kepada Tuhan atas nasib yang dialaminya.

Berkat kegigihan dan usaha yang tiada henti, Prabu Aji Pramosa dan para Pungawa Kediri akhirnya berhasil menemukan tempat persembunyian sang Resi. Prabu Aji Pramosa segera menghunjamkan senjatanya ke tubuh sang Resi yang sedang bertapa. Namun, peristiwa yang luar biasa terjadi. Seketika itu raga Resi Kano lenyap. Seketika Nusakambangan itu pula terdengar suara gemuruh dan angin ribut yang membuat seluruh bulu kuduk Prabu Aji Pramosa dan para penggawanya berdiri. Namun, Prabu Aji Pamosa dapat mengatasi keadaan tersebut berkat mantra yang dimilikinya.

Setelah keadaan menjadi tenang kembali, muncullah seekor naga raksasa mendesis-desis seakan hendak menelan sang Prabu. Ked ahsyatan gerakan naga itu mengakibatkan ombak laut selatan semakin besar. Hal itu membuat penghuni lautan yang berupa penyu dan kura-kura bermunculan dan terdampar di sekitar Teluk Cilacap. Oleh karena itu, teluk tersebut kemudian disebut dengan nama Teluk Penyu.

Prabu Aji Pramosa keheranan melihat kejadian itu. Ia cepat mencari akal. Ia melepas anak panahnya dan tepat mengenai perut naga raksasa. Seketika itu pula matilah naga raksasa itu dan hanyut ditelan ombak laut selatan.

Sesaat kemudian, muncullah seorang putri cantik dari arah timur. Putri itu berlari-lari sambil memanggil-manggil Prabu Aji Pramosa, “Prabu Aji Pramosa, ketahuilah, aku ini adalah Dewi Wasowati. Aku berada di tempat ini karena dikutuk oleh yang Mahakuasa. Berkat jasamu aku telah kembali menjadi manusia. Sebagai balas budiku, akan aku persemBahkan kepada Paduka sebuah cangkok kembang Wijayakusuma. Cangkok kembang Wijayakusuma ini tidak mungkin Paduka temukan di alam biasa. Barang diapa memiliki cangkok ini, ia akan menurunkan raja-raja yang berkuasa di tanah Jawa. Sang Prabu, terimalah persembahanku ini.”

Demi mendengar ucapan putri itu, gembiralah hati sang Prabu. Hatinya berdebar-debar karena riangnya. Dengan aji mantranya, Prabu Aji Pramosa mengerahkan segala kemampuan dan kekuatannya untuk mengarungi samudra yang besar gelombangnya itu. Ia ingin segera dapat menemui Dewi Wasowati untuk menerima cangkok kembang Wijayakusuma.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait