Cerita Lengkap KKN di Desa Penari SimpleMan

ilustrasi cover cerita KKN di Desa Penari
ilustrasi cover cerita KKN di Desa Penari

CILACAP.INFO – di media sosial viral mengenai Desa Penari yang dilakukan untuk Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Keviralan itu berawal dari cuitan panjang akun pengguna twitter dengan nama SimpleMan ([at]SimpleM81378523).

Berikut adalah Tulisan Kisah Full tentang KKN di Desa Penari.

Desa Penari dinamakan demikian karena perkampungan itu

Malam ini, gw akan bercerita sebuah cerita dari seseorang, yang menurut gw spesial. kenapa?

karena gw sedikit gak yakin bakal bisa menceritakan setiap detail apa yang beliau alami,

sebuah cerita tentang pengalaman beliau selama KKN, di sebuah desa penari.
sebelum gw memulai semuanya. gw sedikit mau menyampaikan beberapa hal.

sebelumnya, penulis tidak mendapat ijin untuk memposting cerita ini dari yang empunya cerita, karena beliau memiliki ketakutan sendiri pada beberapa hal, yang meliputi kampus, dan desa tempat KKN diadakan.

tetapi, karena penulis berpikir bahwa cerita ini memiliki banyak pelajaran yang mungkin bisa dipetik terlepas dari pengalaman sang pemilik cerita akhirnya, kami sepakat, bahwa, semua yang berhubungan dengan cerita ini, meliputi nama kampus, fakultas, Desa dan latar cerita, akan sangat di rahasiakan.

jadibuat teman-teman yang membaca cerita ini, yang mungkin tahu, atau merasa familiar dengan beberapa tempat yang meski di samarkan ini, di mohon, untuk diam saja, atau merahasiakan semuanya, karena ini sudah menjadi janji penulis dan pemilik cerita. tahun 2009 akhir,

semua anak angkatan 2005 sudah hampir merampungkan persyaratan untuk mengikuti KKN yang di lakukan dibeberapa desa sebagai syarat lanjutan untuk tugas skripsi.

dari semua wajah antusias itu di kampus, terlihat satu orang tampak menyendiri.
Widya, begitu anak-anak lain memanggilnya

ia tampak begitu gugup, menyepi, menyendiri, sampai panggilan telepon itu membuyarkan lamunanya.

“aku wes oleh nggon KKN ‘e” (aku sudah dapat tempat untuk KKN) kata di ujung telpon.

wajah muram itu, berubah menjadi senyuman penuh harap “nang ndi?” (dimana?)

“nang kota B, gok deso Kabupaten K***li**, akeh proker, tak jamin, nggone cocok gawe KKN” (di kota B, di sebuah desa di Kabupaten K*******, banyak proker untuk di kerjakan, tempatnya cocok untuk KKN kita)

saat itu juga, Widya segera mengajukan prop KKN semua persyaratan sudah terpenuhi, kecuali kelengkapan anggota dalam setiap kelompok minimal harus melibatkan 2 fakultas berbeda pun dengan anggota minimal 6 orang.

“tenang” kata Ayu, perempuan yang tempo hari memberi kabar tempat KKN yang ia observasi bersama abangnya. benar saja, tidak beberapa lama, muncul Bima dengan Nur, ia menyampaikan, kelengkapan anggota 6 orang yang melibatkan 2 fakultas sudah di setujui.

Tampilkan Semua
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait

Exit mobile version